Senin, 27 April 2026

Liga Italia

Gian Piero Gasperini Sesali Penalti Cristiano Ronaldo saat Timnya Bermain Imbang 2-2

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, kecewa melihat hasil pertandingan timnya saat bertamu ke kandang Juventus pada laga pekan ke-32 Serie A.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
amazonaws.com
Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini. 

WARTAKOTALIVE.COM, ITALIA - Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, kecewa melihat hasil pertandingan timnya saat bertamu ke kandang Juventus pada laga pekan ke-32 Serie A, Minggu (12/7) dini hari WIB.

Menurut juru racik berusia 62 tahun ini, skuadnya seharusnya meraih kemenangan.

Sebab, di matanya skuadnya lebih mendominasi pertandingan. Namun, pada laga di Allianz Stadium itu, Juventus lebih beruntung, mereka luput dari kekalahan.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, sedang mengarahkan para pemainnya.
Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, sedang mengarahkan para pemainnya. (timeincuk.net)

Atalanta sanggup unggul dua kali lewat Duvan Zapata dan Ruslan Malinovskiy, tetapi Si Nyonya Tua mampu menyamakan kedudukan dua kali lewat dua penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil imbang 2-2 kontra Juventus membuat Atalanta sementara bertengger di urutan ketiga klasemen sementara Liga Italia.

Meski bangga mampu berada di peringkat ketiga, Gasperini meyakini timnya layak menang atas Juventus dan meraup tiga poin di kandang lawan.

"Saya jelas bangga. Kami bermain bagus di babak pertama dan di babak kedua, tetapi Juventus mampu bangkit," ucapnya.

Striker Atalanta, Duvan Zapata (kiri), berebut bola dengan gelandang Napoli, Allan (tengah).
Striker Atalanta, Duvan Zapata (kiri), berebut bola dengan gelandang Napoli, Allan (tengah). (sportingpedia.com)

"Namun, dari segi permainan, kami berhasil memimpin dan menampilkan permainan yang hebat," imbuhnya dikutip dari Sportskeeda.

"Kami juga kesal karena seharusnya meraih kemenangan atas Juventus. Namun, inilah sepak bola, penampilan apik tidaklah selalu cukup," lanjut Gasperini.

Saking kesalnya, Gasperini bahkan menyatakan, para pemian perlu memotong tangannya agar sensivitas handball berkurang.

Sebab, karena pelanggaran itu, Ronaldo sukses mengeksekusinya.

"Ya, inilah aturannya. Mereka berada di atas seluruh aturan di Italia. Apa yang harus kami lakukan, memotong tangan kami?" ucapnya.

Para pemain dan ofisial Atalanta merayakan keberhasilan mereka menyingkirkan Valencia dari babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, Selasa (11/03/2020).
Para pemain dan ofisial Atalanta merayakan keberhasilan mereka menyingkirkan Valencia dari babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, Selasa (11/03/2020). (latestly.com)

"Anda akan meletakkan tangan Anda di depan tubuh lebih banyak. Ini bukan penalti pertama yang kami lihat seperti itu, ada banyak pelanggaran penalti yang model seperti ini, dengan banyak tim mengalaminya," lanjutnya.

"Ini gila dan interpretasi dari aturan di sini tidak sama dengan di liga lain. Di negara lain, yang seperti itu tidak diberi penlati. Baiklah, inilah aturannya di sini," tuturnya.

Atalanta kini sudah mengoleksi 67 poin dari 32 laga. Mereka tertinggal Sembilan poin dari Si Nyonya Tua yang kokoh di pucuk klasemen dengan koleksi 76 poin.

Posisi La Dea rawan tergusur mengingat Inter Milan masih menyimpan satu laga.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved