Breaking News:

Virus Corona

392.784 Warga Jakarta Ikuti Swab Tes Covid-19

392.784 Warga Jakarta Ikuti Swab Tes Covid-19. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 392.784 warga Jakarta secara kumulatif mengikuti swab tes Covid-19 memakai alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pengecekan yang dilakukan sampai Sabtu (11/7/2020) ini dianggap lebih akurat karena sampel swab diambil dari hidung dan tenggorokan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan pelaksanaan tes PCR per Sabtu (11/7/2020) kemarin ada 4.552 orang.

“Dari jumlah itu, sebanyak 3.841 orang mengikuti tes untuk menegakkan diagnosis kasus baru, dengan hasil 404 orang positif dan 3.437 orang negatif,” kata Ani berdasarkan keterangan yang diterima pada Minggu (12/7/2020).

Perpanjang PSBB, Gubernur Wahidin Halim Targetkan Provinsi Banten Zona Hijau

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR. Di antaranya membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020, dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa Covid-19.

Ani mengatakan, untuk jumlah warga Jakarta yang mengikuti rapid test atau tes cepat Covid-19 ada 266.541 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 91.97 orang atau 3,5 persen dinyatakan reaktif Covid-19, sedangkan 257.344 orang dinyatakan non-reaktif.

Bagi orang yang hasilnya dinyatakan reaktif Covid-19, petugas akan membawanya ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk pengecekan lebih lanjut dengan swab tes. Melalui pengecekan PCR, petugas dapat memastikan keberadaan virus Covid-19 yang bersarang di hidung maupun tenggorokan seseorang.

Reuni Legenda Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan: Ini Kesempatan Kita untuk Bersilaturahmi

Sedangkan rapid test, hanya melakukan pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Bila seseorang terkena serangan kuman, antibodi akan bereaksi sehingga hasilnya akan positif. Begitu juga sebaliknya, bila tidak terkena serangan kuman, antibodi tidak akan bereaksi sehingga hasilnya negatif.

“Rapid test dilakukan di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP),” kata Ani.

Pelaksanaan rapid test ditujukan bagi orang yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular Covid-19. Contohnya tenaga medis dan orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP).

Anies Ungkap Transportasi Umum dan Pasar Rawan Penyebaran Covid-19

Kemudian, orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi Covid-19, dan orang dalam pemantauan (ODP). Seperti, seseorang yang mengalami demam di atas 38 derajat celcius atau riwayat demam, gejala gangguan sistem pernapasan seperti flu dan batuk.

Termasuk orang yang memiliki riwayat perjalanan di area terdampak Covid-19 maupun dari luar negeri. Dalam kesempatan itu dia, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan, physical distancing atau jaga jarak.

Misalnya bekerja, belajar dan beribadah di rumah, menghindari keramaian, menjaga kebersihan melalui cuci tangan dan mengunakan masker jika harus keluar rumah. “Upaya dan langkah-langkah memutus penyebaran Covid-19 ini perlu dilakukan bersama oleh seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

PSSI Pastikan Liga 1 Berlanjut, Ketum The Jakmania Khawatir Persija Tak Dapat Izin Main di Kandang

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga telah memberikan layanan kesehatan jiwa (mental) terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa (berbasis website) pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id.

Pada masa PSBB transisi ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat turut mengisi survei persepsi risiko Covid-19 yang dapat diakses pada situs https://s.id/resikocovid. “Survei yang diisi dapat menjadi masukan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan penanganan Covid-19 ke depannya,” imbuhnya. 

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved