Breaking News:

Sampah

Dinas LH Kota Bekasi : Limbah Medis di TPA Sumur Batu Bukan Bekas Pasien Virus Corona

Yayan Yuliana mengatakan, limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu bukan limbah medis pasien virus corona atau Covid-19.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Istimewa
Sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu bukan limbah medis pasien virus corona atau Covid-19.

Selain itu, laporan dugaan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berdasarkan hasil tindak lanjut verifikasi dan inspeksi ke lapangan tidak ada.

"Dari hasil verifikasi tersebut terlihat adanya struk pembayaran dan beberapa kertas bekas resep atas nama RS swasta dan tidak ditemukan limbah Covid-19 sebagaimana yang telah dilaporkan pihak yang terkait," kata Yayan dalam keterangan persnya, Jumat (10/7/2020).

Yayan menjelaskan, karung dan kantong plastik hitam berisi  sampah domestik berupa kertas, sisa makanan, kardus, dan masker berasal dari buangan salah satu rumah sakit (RS) swasta itu ditemukan di zona tidak aktif.

Sampah-sampah itu juga dibawa oleh pemulung ke TPA Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Lingkungan Hidup Kota Bekasi Telusui Asal Limbah Medis di TPA Sumur Batu Bantar Gebang

Ada 26 Kg Limbah Medis Ditangani Jakarta Pusat, Pengangkut Sampah Harus Pakai APD

"Limbah ini ditemukan di zona tidak aktif yang dibawa pemulung dan sudah diamankan petugas," ucapnya.

Khusus penanganan limbah B3, Pemkot Bekasi melalui Dinas LH terus melakukan pengawasan dari hasil laporan per triwulan pengelolaan limbah dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik.

Data menyebutkan, sebanyak 46 RS swasta memiliki izin tempat penyimpanan sementara limbah B3 (TPS-LB3) yang dikeluarkan dinas perizinannya.

"Mereka telah memiliki TPS sendiri untuk mengelola mandiri maupun dikerjasamakan dengan pihak lain untuk mengelola bahan berbahaya dan beracun hasil sampah medis," ucapnya.

Yayan menambahkan, pihaknya meminta para fasilitas layanan menjalankan aturan ketentuan secara baik.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved