Hukum

Ratusan Banser Geruduk Mal Central Park Tuntut Hak Tanah Senilai Rp 3 Triliun

Agustina mengaku bahwa keluarganya lah pemilik lahan seluas 12,5 hektar yang kini menjadi kompleks mal dan apartemen itu.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ratusan Banser gruduk Central Park, Kamis (9/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, GROGOL PETAMBURAN - Ratusan Banser, badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) PC Jakarta Barat gruduk Mall Central Park, Kamis (9/7/2020).

Mereka menuntut pengelola Mall yang dipegang PT Agung Podomoro Land membayar tanah senilai Rp 3 triliun.

Salah satu ahli waris yang merupakan warga NU, Agustina mengatakan bahwa sampai saat ini Agung Podomoro Land belum membayar hutang tanah di atas lahan yang kini menjadi komplek Mall Central Park.

Padahal pihak PT Agung Podomoro Land membeli tanah tersebut bukan dari ahli waris.

Masa Tua Mpok Atik, Jualan Kelapa untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Natalius Pigai Sebut Pencopotan Rieke Diah Pitaloka Hanya Alibi PDI Perjuangan

Ratusan Banser berjalan menuju Mal Central Park, Kamis (9/7/2020)
Ratusan Banser berjalan menuju Mal Central Park, Kamis (9/7/2020) (Warta Kota/ Desy Selviany)

Membawa surat putusan pengadilan, Agustina dan 48 ahli waris lainnya menuntut PT Agung Podomoro Land.

Mereka ditemani ratusan Banser berkeliling kompleks Mall Central Park untuk berunjuk rasa.

"Sudah sejak tahun 2004 ada pengambil alihan lahan oleh pihak Podomoro tapi pihak Podomoro ambil alih bukan dari ahli waris. Ahli waris tidak pernah lepaskan tanah ini kepada siapa pun," tegas Agustina dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Agustina mengaku bahwa keluarganya lah pemilik lahan seluas 12,5 hektar yang kini menjadi kompleks mal dan apartemen itu.

Hal itu dapat dibuktikan dari surat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga Putusan Kasasi.

Baim Wong Kisahkan saat Melamar Paula Verhoeven dalam Kondisi Belum Sukses dan Banyak Hutang

"Semua jalur hukum yang kami tempuh memenangkan kami. Maka ini berarti pihak Agung Podomoro Land melawan hukum," jelas Agustina.

Oleh karena itu, Agustina mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan aksi menuntut keadilan untuk para ahli waris.

Agustina mengancam akan menduduki tanah tersebut secara paksa jika tidak ada itikad baik dari pihak Podomoro untuk membayar tanah tersebut.

Di tahun 2004, tanah 12,5 hektar itu senilai Rp900 miliar. Angka itu diperkuat dari putusan pengadilan di tahun 2004.

Namun hingga tahun 2020, pihak Podomoro Land tidak juga membayar tuntutan tersebut.

Dokter Tirta Sebut Konflik Elit di Jawa Timur Hambat Laju Penanganan Covid-19

Ratusan Banser gruduk Central Park, Kamis (9/7/2020)
Ratusan Banser gruduk Central Park, Kamis (9/7/2020) (Istimewa)

Sehingga Agustina mengklaim, nilai jual tanah yang terletak di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat itu kini mencapai Rp3 triliun.

Ratusan Banser itupun gagal menduduki Mall Central Park karena dijaga pihak security dan aparat.

Sampai demonstrasi berakhir, tidak ada satupun pihak PT Agung Podomoro Land yang menemui mereka.

"Kalau tidak ada atensi kami akan datang dengan kekuatan lebih besar. Kami ambil apa yang jadi hak kami," ujarnya menggebu-gebu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved