Breaking News:

Berita Jakarta

Dua Saksi Persidangan di PN Jakarta Pusat Perkuat Dalang Pembobol PT Asuransi Jiwasraya

Kepala Divisi Jiwasraya menyebutkan satu terdakwa yakni Direktur Keuangan Jiwasraya 2008-2018, Harry Prasetyo lama mengoleksi saham-saham gorengan.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
jiwasraya.co.id
PT Asuransi Jiwasraya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalang pembobol PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan negara hingga Rp 16,81 triliun semakin jelas.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Melalui kesaksian mantan Kepala Divisi Jiwasraya, Lusiana yang dihadirkan dalam persidangan diketahui, salah satu terdakwa yakni Direktur Keuangan Jiwasraya 2008-2018, Harry Prasetyo disebut telah sejak lama mengoleksi saham-saham gorengan seperti IIKP yang mengakibatkan Jiwasraya mengalami gagal bayar.

IIKP sendiri merupakan kode saham untuk PT Inti Agri Resources Tbk yang mana perusahaan tersebut dimiliki oleh terdakwa lainnya yakni Heru Hidayat.

"Ketika recognition pembelian saham masuk dan saya asing dengan BKDP dan IIKP, kemudian saya bertanya ke Pak Donny yang saat itu masih kepala divisi saya. Kata Pak Dony itu bukan transaksi dia, dan itu transaksi Pak Harry Prasetyo," kata Lusiana dalam persidangan.

 Pradi Supriatna Sebut Lawan Terberat di Pilkada Depok 2020 yang Tak Kelihatan

Ancol Tak Mau Disebut Proyek Reklamasi Melainkan Perluasan Lahan

Adanya kongkalikong pembelian saham gorengan pun kian mengemuka ketika pada Agustus 2008 silam Lusiana mengaku pernah dikenalkan dengan Joko Hartono Tirto oleh Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, yang saat ini juga menjadi terdakwa.

Saat itu, Lusiana bilang, Joko Hartono Tirto dikenalkan oleh Syahmirwan sebagai teman dekat Harry Prasetyo.

"Saat itu membahas Lautandhana Investment yang menjadi broker. Saat itu Pak Syahmirwan bilang kalau Joko Hartono itu temannya Pak Harry Prasetyo. Di situ Pak Joko Hartono yang mengarahkan kepada kita bahwa harus ada uang Rp 75 miliar yang akan dipakai untuk beli saham-saham yang sudah ditunjuk," lanjut Lusiana.

Keterangan Lusiana mengenai pembelian saham-saham gorengan yang merugikan negara ini senada dengan kesaksian Mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Donny Karyadi yang pekan lalu juga dihadirkan ke persidangan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved