Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Cegah Klaster Baru Covid-19 di KRL, Wakil Wali Kota Depok Minta Pengaturan Kerja Jam Karyawan

Pradi Supriatna, mengatakan, untuk menjaga ketertiban dan juga mencegah timbulnya klaster baru Covid-19 di KRL, perlu pengaturan jam kerja karyawan.

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -  Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Proporsional sejak awal Juni lalu memang membuat roda perekonomian tanah air kembali berputar.

Sebab, sudah mulai diperbolehkannya kembali perusahaan untuk mempekerjakan para karyawannya di kantor atau work from office (WFO) setelah tiga bulan lamanya dianjurkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kebijakan ini juga membuat pusat perbelanjaan, restoran, hotel dan area publik lainnya kembali dibuka untuk umum, sehingga sudah mulai membuat sejumlah ruas jalan maupun transportasi umum lainnya dipenuhi masyarakat yang hendak bekerja.

Meski Pelawak Mpok Alpa Ditakuti Anak

Ramalan Zodiak Kamis 9 Juli 2020 Libra dan Gemini Sama-sama Dipuji Bos, Virgo Dijegal Rekan Kerja

Salah satu diantaranya adalah transportasi massal kereta rel listrik (KRL) yang menjadi pilihan masyarakat untuk menuju tempat kerjanya dengan cepat dan murah.

Beberapa waktu lalu, Stasiun Kereta Bogor dipadati masyarakat yang hendak menuju lokasi kerjanya yang ada di Jakarta.

Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerumunan orang sehingga protokol kesehatan berupa pengaturan jarak fisik atau physical distancing rawan pelanggaran.

Akibatnya, bukan tak mungkin penyebaran Covid-19 dapat kembali menghantui tanah air tercinta khususnya di wilayah Jabodetabek.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, mengatakan, untuk menjaga ketertiban dan juga mencegah timbulnya klaster baru Covid-19 di KRL, perlu adanya pengaturan jam kerja karyawan.

Tak Pulang ke Rumah Istri Minta Bantuan Polisi Cari Suami, Digerebek di Tempat Kost Sama Selingkuhan

Korban Pencabulan Anak di Gereja Depok Bertambah Jadi 21 Orang

Pengaturan ini dikatakan Pradi agar karyawan tidak masuk di waktu bersamaan dan menghindari kerumunan baik di stasiun maupun di dalam kereta.

"Bisa ada yang pagi sampai siang. Siang sampai sore dan sore sampai batas jam 20.00," kata Pradi di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Rabu (8/7/2020).

Bila nantinya pembagian jam kerja itu dilakukan, tak hanya bisa mencegah adanya kerumunan namun juga dapat mencegah munculnya klaster baru.

"Atau bisa juga keretanya jadwalnya ditambah menjadi lebih banyak sehingga masyarakat tidak harus berdesakan di dalam kereta,"

"Tentunya pihak commuter line harus mempersiapkan ini dengan maksimal," akunya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved