Breaking News:

Berita Tangsel

Anak Buahnya Langgar Netralitas ASN, Airin: Nanti saya cek, saya enggak baca berita kalian

Anak Buahnya Langgar Netralitas ASN, Airin: Nanti saya cek, saya enggak baca berita kalian. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Dok Humas Kominfo Tangsel
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus pesan berantai permintaan data diri dan dokumen pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN lingkup Pemerintah Kota Tangsel masih terus begurlir.

Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel telah melimpahkan kasus yang menyeret Camat Pondok Aren, Makum Sagita itu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Kendati anak buahnya tersandung kasus netralitas ASN jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany justru terlihat tak peduli akan hal tersebut

Sebab dirinya mengakut tidak mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Tiga Bulan Kepergian Glenn Fredly, Mutia Ayu: Aku Bawain Lagu Kesukaan Kamu, Semoga Kamu Suka ya

"Yang mana, enggak apal, saya cek saya cek, saya engga ngikutin," kata Airin seusai mengunjungi Kampung Jawara Marga Jaya, Pakulonan, Serpong Utara, Tangsel, Kamis (9/7/2020).

Bahkan, dirinya menjawab dengan nada tibggi saat disinggung mengenai tindakan yang akan diambil dirinya terkait kasus tersebut.

"Nanti saya cek, saya enggak baca berita kalian," tegas orang nomor satu di Kota Tangsel sembari meninggalkan kawasan tersebut.

Diwartakan sebelumnya, kasus bermula dari adanya pesan teusan yang berisikan permintaan data dan dokumen kependudukan pegawai ASN dan non ASN di grup Whatsapp lingkup Kelurahan Jurang Mangu Timur.

Pesan tersebut diteruskan oleh Sekretaris Lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik.

Banyak Baja Impor Tidak Berlabel SNI, Hipmi Minta Pemerintah Setop Impor Baja

Kepada Bawaslu Kota Tangsel, Sidik mengaku mendapat pesan tersebut dari atasannya yakni Camat Pondok Aren, Makum Sagita.

Namun, Makum membabtah pernyataan Sidik dan menyebut bahwa keterangannya itu meupakan fitnah kepadanya.

Kemudian pihak Bawaslu Kota Tangsel menggelar rapat pleno terhadap kasus tersebut dan menyatakan bahwa Makum terbukti sebagai dalang dari tersebarnya pesan berantai itu.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep kasus itu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 2010.

"Dalam hal apa (direkomendasikan), dalam hal dia melakukan pemetaan. Kan tidak boleh ASN terjun ke dalam politik praktis kecuali mengundurkan diri," kata Acep saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2020) lalu. 

VIDEO: Francois Abello Camille WNA Cabuli 300 Anak Lebih Diringkus Polisi

Penulis: Rizki Amana
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved