Rabu, 8 April 2026

eSports

Pelatih EVOS Legends Anggap Kritik sebagai Penambah Semangat

Pelatih tim eSports EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong, dihujat oleh penggemarnya, setelah timnya gugur di babak play-off MPL Invitational 4 Nations Cup.

Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
oneesports.gg
Pelatih tim eSports EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong 

Pelatih sekaligus roster (salah satu pemain) tim eSports EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong, dihujat oleh penggemarnya, setelah timnya gugur di babak play-off Mobile Legends Professional League (MPL) Invitational 4 Nations Cup, akhir pekan lalu.

EVOS Legends terdepak dari babak play-off MPL Invitational seusai kalah 0-2 dari tim bukan unggulan dari Myanmar, Burmese Ghouls, Sabtu (4/7/2020).

Zeys menjadi sosok yang dikambinghitamkan oleh para penggemar EVOS Legends, lantaran dianggap tampil kurang baik pada beberapa pertandingan di turnamen tersebut.

Pelatih sekaligus roster tim eSports EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong.
Pelatih sekaligus roster tim eSports EVOS Legends, Bjorn “Zeys” Ong. (ggwp.id)

Para penggemar yang tidak senang dengan penampilan Zeys langsung menyerangnya dengan kritik dan cercaan ke akun Instagram dia, sehingga pria asal Singapura itu terpaksa menutup kolom komentar pada akun media sosialnya itu.

Seperti dilansir ONE eSports, Zeys mengaku tidak ambil pusing dengan kritik dan cercaan yang ditujukan kepadanya, karena dia menganggap hal itu sebagai dari prosesnya untuk menjadi atlet sekaligus pelatih tim eSports yang jempolan.

“Kritik adalah bagian dari perkembangan dan cara Anda menghadapinya memperlihatkan cara kita tumbuh. Untuk penggemar yang benar-benar peduli, terima kasih untuk pesannya dan tenang, saya baik-baik saja,” tutur Zeys, seperti dikutip laman Indosport.

Zeys juga mengungkapkan alasan utama EVOS Legends takluk dari Burmese Ghouls dan gugur dari turnamen MPL Invitational.

Katanya, hal itu terjadi lantaran kurangnya persiapan tim yang bermarkas di Jakarta itu, setelah menang dari ONIC eSports pada duel sebelumnya.

Tim eSports EVOS Legends dan pelatihnya, Bjorn “Zeys” Ong (empat dari kiri)
Tim eSports EVOS Legends dan pelatihnya, Bjorn “Zeys” Ong (empat dari kiri) (Grid)

“Kami tidak melakukan persiapan maksimal saat menghadapi Burmese, karena selisih hanya 30 menit dari laga melawan ONIC. Terlepas dari itu, Burmese bermain sangat baik dan menggunakan strategi yang tidak kami antisipasi sebelumnya,” tutur Zeys.

Sementara itu, tim yang juga berkandang di Jakarta, Rex Regum Qeon (RRQ) Hoshi, keluar sebagai juara MPL Invitational 4 Nations Cup.

Di babak final turnamen yang diikuti oleh tim-tim eSports terbaik di empat negara Asia Tenggara itu, RRQ menang 3-0 dari tim eSports asal Singapura, Resurgence.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved