Breaking News:

New Normal

New Normal Tempat Wisata dan Mal Dibuka Ternyata Tak Membuat Masyarakat Jakarta Antusias

Cucu Ahmad Kurnia, menuturkan bahwa antusiasme masyarakat sejak PSBB dilonggarkan ternyata berbeda dari yang diperkirakan.

istimewa
Suasana Taman Margasatwa Ragunan (TMR) selama ditutup imbas wabah virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No. 131 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 di Sektor Usaha Pariwisata pada Masa Transisi.

Melalui SK tersebut, sejumlah aturan diterapkan bagi tempat wisata dan mal yang sudah diizinkan untuk beroperasi pada Fase I.

Salah satu aturan dalam SK tersebut adalah adanya pembatasan kapasitas tampung hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menuturkan bahwa antusiasme masyarakat sejak PSBB dilonggarkan ternyata berbeda dari yang diperkirakan.

Lintasi Tempat Wisata, Rute Baru Bus Transjakarta Sepi saat Pandemi Covid-19

Tidak Hanya Mal, Pengunjung Tempat Wisata di Jakarta juga Sepi setelah Dibuka Kembali untuk Umum

“Respon ketika beberapa tempat wisata atau tempat keramaian seperti mal dibuka, ternyata antusias masyarakat tidak terjadi euforia kalau di Jakarta,” ujar Cucu dalam webinar bertajuk “Strategi dan Program Clean, Health and Safety (CHS) Destinasi Pariwisata Pasca Pandemik”, Senin (6/7/2020).

Sebagai contoh, Cucu mengatakan bahwa Taman Margasatwa Ragunan hanya mendapat kunjungan di bawah 1.000 wisatawan pada akhir pekan pada masa PSBB transisi.

Setiap Sabtu, jumlah wisatawan yang diterima berada di kisaran 700. Sementara pada Minggu sekitar 766 wisatawan.

Kebun binatang tersebut membatasi jumlah pengunjung maksimal 1.000 orang per hari.

“Sebelumnya, kalau weekend normal bisa mencapai 25.000–30.000 pengunjung. Demikian juga Ancol,” kata Cucu.

“Minggu kemarin saya cek angkanya masih belum berubah. Sabtu 2.6000, Minggu 4.600. Mereka buka kapasitas untuk 20.000 orang. Itu artinya hanya 30 persen dari kapasitas Ancol (di era new normal),” lanjutnya.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia. (Wartakotalive.com/Suprapto)
Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved