Breaking News:

Papua

Lima Ekor Penyu Raksasa Mendarat dan Bertelur di Pantai Warebar Raja Ampat Papua

Lima ekor penyu belimbing yang disebut sebagai penyu raksasa karena ukurannya luar biasa besar, mendarat dan bertelur di kawasan Raja Ampat.

Editor: Hertanto Soebijoto
HO Kelompok Penggiat Konservasi Yenbekaki
Arsip Foto. Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor saat mendata penyu belimbing yang bertelur di pantai di wilayah Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, SORONG - Lima ekor penyu belimbing (Dermochelys coriacea), yang disebut sebagai penyu raksasa karena ukurannya luar biasa besar, mendarat dan bertelur di kawasan Pantai Warebar, Kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, menurut kelompok konservasi setempat.

Anggota Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki menjaga sarang telur kelima penyu belimbing tersebut dari serangan hewan pemangsa dan pemburu telur penyu.

"Kami memprediksi awal Agustus telur penyu belimbing tersebut telah menetas menjadi ratusan tukik atau bayi penyu dan kembali ke laut," kata Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor di Waisai, Rabu (8/7/2020).

Dia mengatakan, jumlah penyu yang bertelur di Pantai Warebar tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, ketika hanya ada dua penyu yang bertelur di pantai tersebut.

Yusuf mengatakan bahwa Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki secara swadaya berupaya melestarikan penyu.

 Nekat Tangkap Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Sendirian, Yusup Maulana (13) Tewas Dililit di Lehernya

 Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Begini Tanggapan Resmi Telkomsel

"Kami berkomitmen menjaga kelestarian alam, terutama dengan melakukan perlindungan penyu belimbing dan jenis lainnya, agar tidak punah dan dapat dinikmati oleh generasi di masa yang akan datang," katanya.

31 penyu raksasa bertelur di Raja Ampat

Sebelumnya, sebanyak 31 ekor Penyu Belimbing yang dikenal sebagai penyu raksasa, sang penjelajah dunia, mendarat dan bertelur di Kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, sepanjang 2018.

Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki mencatat pada Mei 2018 sebanyak delapan ekor Penyu Belimbing mendarat dan bertelur di kawasan Pantai Warebar, Kampung Yenbekaki.

 KISAH Perjuangan Dua Kepala Sekolah Inspiratif yang Mendapat Pujian Mendikbud Nadiem Makarim

Selanjutnya pada Juni sebanyak lima ekor, Juli sebanyak delapan ekor, Agustus sebanyak tiga ekor, September sebanyak tiga ekor, dan Oktober sebanyak empat ekor, Sehingga total 31 ekor penyu raksasa tersebut mendarat dan bertelur di Kampung Yenbekaki.

Ketua Kelompok Penggiat Koservasi Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor di Waisai, Papua Barat, Senin (4/2/2020), mengatakan, sebanyak 31 ekor Penyu Belimbing yang mendarat di kawasan Pantai Warebar sepanjang 2018, bertelur sebanyak 3.706 butir.

Dia mengatakan masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki menjaga kawasan Pantai Warebar tempat sarang penyu raksasa tersebut dari serangan predator yang mengincar telurnya.

Ia menjelaskan bahwa dari total 3.706 telur penyu belimbing tersebut, sebanyak 1.000 rusak dan berhasil menetas sebanyak 2.706 menjadi tukik.

Ilham Bintang Hari Ini Dijadwalkan Bersaksi di Sidang Pembobolan Rekening Bank dan Kartu Kredit

Masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki melakukan penangkaran terhadap tukik penyu tersebut agar terhindar dari serangan predator.

Menurut dia, penangkaran terhadap tukik dilakukan paling lama dua minggu setelah telur menetas.

Agar tukik tersebut benar-benar kuat dan dapat menghindar dari serangan predator barulah dilepaskan ke laut.

"Hasil kerja masyarakat penggiat konservasi penyu Kampung Yenbekaki, Raja Ampat, sepanjang 2018 berhasil melepaskan sebanyak 2.706 ekor tukik penyu raksasa ke laut," ujarnya.

Tepis Tudingan Perzinahan, Angel Lelga Sudah Buktikan Hasil Visum Kelamin Ke Pihak Berwajib

Terancam punah

Penyu belimbing dan penyu raksasa di Bentang Laut, Kepala Burung, Provinsi Papua Barat, sekarang terancam punah.

"Penyu Belimbing gemar mengarungi samudra. Dia mencari makan di laut Kalifornia dan bertelur di pesisir Pantai Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat," kata Wakil Presiden Program Laut Asia Pasific Conservation Internastional (CI) Mark Erdmann di Manokwari, Rabu (2/11/2016).

Dia menuturkan, penyu belimbing atau dermochelys coriacea adalah sejenis penyu raksasa di dunia. Hewan ini pun merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.

Dia mengungkapkan, dari sekian jenis penyu di dunia, penyu belimbing adalah spesies yang paling terancam punah.

Tepergok Maling Motor di Kranji, Dua Spesialis Curanmor Ditangkap Sempat Letupkan Senjata ke Warga

Kebiasaanya yang gemar mengelilingi lautan, membuatnya terancam dari aktivitas para nelayan.

Pesisir Pantai di Distrik Abun, adalah habibat yang cukup baik sebagai tempat bertelurnya penyu ini.

Lokasi ini harus terus dijaga untuk menjaga produktivitas telur dan penetasan telur-telur tersebut.

"Setidaknya, masih ada tempat yang nyaman bagi penyu untuk bertelur, yakni di Pantai Jamursba Medi Distrik Abun, Tambrauw, Papua Barat," katanya.

Usai Vicky Prasetyo Ditahan di Rutan Salemba, Angel Lelga Beberkan Kronologi Versinya

Selain ancaman di tengah laut, penyu ini pun menghadapi ancaman serius di lokasi peneluran. Ancaman tersebut berasal dari anjing liar, soasoa, dan babi hutan. Hewan-hewan tersebut senang membongkar sarang dan memakan telur penyu tersebut.

"Harus ada komunikasi secara baik antara masyarakat dan pemerintah. Perlu rekayaya sedemikian rupa untuk menjaga agar hewan-hewan itu tidak memangsa telur penyu," katanya lagi.

Dia mengutarakan, upaya serius harus dilakukan untuk menjaga populasi Penyu Belimbing, jika tidak, dalam waktu 10 tahun kedepan spesies ini diperkirakan punah. Masyarakat dinilai sebagai ujung tombak untuk menjaga habitat peneluran penyu tersebut.

Menurut dia, konsep konservasi Penyu Belimbing dan jenis penyu lainya bisa dilakukan dengan tidak mengesampingkan pembangunan ekonomi masyarakat.

Hal itu dapat dilakukan dengan menjadikan wilayah Jamursba Medi dan sekitarnya sebagai obyek pariwisata terbatas, demikian Mark. (Antaranews)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved