Berita Internasional
Banjir Besar Landa Sebagian Wilayah Jepang, 58 Orang Tewas
Pada hari Rabu pagi, jumlah korban jiwa dari hujan lebat yang dimulai pada akhir pekan lalu telah meningkat menjadi 58 orang
Penulis: |
Wartakotalive, Jakarta - Hujan deras yang telah menyebabkan banjir mematikan di Jepang selatan bergerak ke arah timur laut Rabu, 8 Juli 2020, menghancurkan sejumlah wilayah di pulau utama Jepang itu.
Tercatat paling sedikit sudah 58 orang tewas dalam beberapa hari banjir.
Sebagian Nagano dan Gifu, termasuk daerah yang dikenal memiliki jalur pegunungan dan mata air panas yang indah, mengalami longsor dan banjir akibat hujan deras.
Lembaga penyiaran publik NHK, yang dikutip news.yahoo.com, menunjukkan foto-foto sungai yang meluap hingga melewati tanggul dan menghancurkan jalan raya.
Banjir dan tanah longsor memutus sebagian jalan utama yang menghubungkan Kamikochi dan Matsumoto, dua tujuan wisata utama di Nagano, membuat ratusan penduduk dan pengunjung terjebak.
Di kota pegunungan Takayama yang indah, beberapa rumah terkena longsoran lumpur, tetapi penghuninya selamat.
Pada hari Rabu pagi, jumlah korban jiwa dari hujan lebat yang dimulai pada akhir pekan lalu telah meningkat menjadi 58 orang.
Mayoritas korban berada di prefektur (setingkat kabupaten) Kumamoto yang paling parah dilanda banjir.
Empat lainnya tewas di Fukuoka, prefektur lain di Kyushu, pulau terbesar ketiga Jepang.
Pada puncak banjir, sebanyak 3,6 juta orang disarankan untuk mengungsi, meskipun itu tidak wajib dan jumlah orang yang mencari perlindungan tidak diketahui.
Setelah hujan dan banjir berlalu, para penduduk sibuk membersihkan rumah dan tempat kerja mereka.
Jepang berisiko tinggi tertimpa hujan lebat di awal musim panas ketika udara basah dan hangat dari Laut Cina Timur mengalir ke atas negeri itu, bersamaan dengan hujan musiman .
Pada Juli 2018, lebih dari 200 orang, sekitar setengah dari mereka di Hiroshima, tewas akibat hujan lebat dan banjir di Jepang barat daya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/banjir-di-jepang.jpg)