Kamis, 21 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Periksa 10.000 Spesimen, RS Kartika Pulo Mas Siapkan Kontainer Laboratorium PCR

Membantu pemerintah dalam mencapai target 10.000 spesimen per hari, Kartika Pulomas Hospital Dompet Dhuafa membangun laboratorium kontainer khusus

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro |
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kontainer bermural yang dijadikan laboratorium spesimen PCR RS Kartika Pulo Mas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, PULOGADUNG - Pemerintah bertekad meningkatkan kapasitas tes reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi virus Covid-19 hingga 10.000 spesimen per hari.

Meski begitu, dr Sadewa selaku Manajer RS Kartika Pulo Mas menjelaskan target ini besar kemungkinan sulit dicapai dalam waktu dekat. Kalau pun tercapai, sambung Sadewa, jumlah tersebut masih tidak mencukupi untuk mendeteksi keseluruhan kasus.

“Tes RT-PCR, satu-satunya tes paling akurat untuk mendeteksi coronavirus dan direkomendasikan oleh WHO, dilakukan untuk mengidentifikasi dan memisahkan orang-orang yang positif Covid-19 dari masyarakat luas serta memberi gambaran epidemiologis kejadian wabah sehingga dapat ditentukan strategi yang tepat untuk menghentikannya,” ujar Sadewa melalui keterangan tertulisnya.

Oleh sebab itu, Sadewa mengatakan untuk membantu pemerintah dalam mencapai target 10.000 spesimen per hari, Kartika Pulomas Hospital Dompet Dhuafa membangun laboratorium kontainer khusus, nantinya laboratorium kontainer ini berkapasitas 400 spesimen per hari ini akan beroperasional 7 hari dalam seminggu.

"Kontainer yang nantinya menjadi laboratorium ini telah berhasil tersusun rapih di halaman Kartika Pulomas Hospital Dompet Dukung dan kami akan terus memberikan layanan terbaik untuk semua masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.

Hal yang menarik dari laboratorium PCR kontainer, terdapat mural yang menggambarkan bangsa Indonesia bersatu melawan Covid-19, mulai dari elemen masyarakat, perawat hingga dokter yang hingga saat ini masih berjibaku di tengah Covid-19. Mural ini juga sebagai dedikasi kepada mereka yang bertugas di garda terdepan dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Sementara itu, dr. Tirta pada masa tugas pertama sebagai tenaga kesehatan di RS Kartika, Pulo Mas, mengatakan ingin kembali berdedikasi kepada masyarakat setelah vakum selama satu tahun.

"Saya niat awal sekolah dan bisnis tapi ujung-ujungnya mau merawat ilmu yang saya miliki jujur saja saya ingin merawat pasien di IGD, hari ini saya ke Surabaya dibantu oleh RS Kartika Dompet Dhuafa dalam membantu penanganan Covid-19 yang ada di sana," tutur Tirta.

Sebelum terbang ke Surabaya, dr. Tirta menyampaikan pesan kepada masyarakat di era normal baru untuk terus berpikir positif dan jauhi sifat provokatif.

Sekilas tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama hampir 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (abs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved