Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

OTT KPK Kasus Jual Beli Proyek, Bupati Indramayu Nonaktif Supendi Divonis 4,5 Tahun Penjara

Supendi, Bupati Indramayu nonaktif, divonis 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam kasus jual beli proyek.

Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Indramayu Supendi menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. Majelis Hakim PN Bandung, Selasa (7/7/2020), memvonis Supendi 4,5 tahun penjara dalam kasus jual beli proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu. 

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa AS, kontraktor pelaksana proyek pekerjaan pada Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi diduga mulai meminta sejumlah uang kepada Carsa AS sejak Mei 2019 sebesar Rp100 juta.

Ferry Mulyono, Staf Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu, juga diduga menerima sejumlah uang dari Carsa AS.

 Bakal Masuk Pemerintahan, Cak Imin Sebut Partai Gerindra Makmum Masbuk

"Pemberian uang dari CAS (Carsa AS) tersebut diduga terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu kepada CAS," ucap Basaria Panjaitan.

Kata Basaria Panjaitan, Carsa AS tercatat mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, dengan nilai proyek total kurang lebih Rp 15 miliar dari APBD Murni.

Tujuh proyek pembangunan jalan dikerjakan oleh Perusahaan CV Agung Resik Pratama, atau dalam beberapa proyek pinjam bendera ke perusahaan lain di Kabupaten Indramayu.

 UU Hasil Revisi Otomatis Berlaku Mulai 17 Oktober 2019, KPK Masih Berharap Perppu, Pengamat Pesimis

Tujuh proyek tersebut adalah pembangunan Jalan Rancajawad, pembangunan Jalan Gadel, pembangunan Jalan Rancasari, dan  pembangunan Jalan Pule.

Lalu, pembangunan Jalan Lemah Ayu, pembangunan Jalan Bondan-Kedungdongkal, dan pembangunan Jalan Sukra Wetan-Cilandak.

"Pemberian yang dilakukan CAS pada SP (Supendi) dan Pejabat Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari komitmen fee 5-7% dari nilai proyek," jelas Basaria Panjaitan.

 Baru Delapan Bulan Menjabat, Bupati Indramayu Supendi Dicokok KPK

Basaria Panjaitan mengatakan, Supendi diduga menerima Suap sebanyak Rp 200 juta dalam dua tahap.

Rinciannya, Mei 2019 sejumlah Rp 100 juta yang digunakan untuk THR.

Kemudian pada 14 Oktober 2019 sejumlah Rp 100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah.

 Mahasiswa Korban Unjuk Rasa Ricuh Tolak Tawaran Kerja dari Anies Baswedan, Ini Alasannya

Sementara, Omarsyah menerima suap sebanyak Rp 350 juta dan sebuah sepeda.

Rinciannya, dua kali pada Juli 2019 sejumlah Rp 150 juta, dua kali pada September 2019 sejumlah Rp 200 juta, dan sepeda merek NEO dengan harga sekira Rp 20 juta.

Sedangkan untuk Wempy Triyono, KPK menduga dia menerima uang Rp 650 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019.

 Rampok Satroni Rumah Janda, Uang Rp 50 Juta Digondol, Korban Diikat dan Dibekap Sampai Pingsan

Atas perbuatannya, Supendi, Omarsyah, dan Wempy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU 31/1999.

Sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Carsa AS sebagai penerima disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU 31/1999.

Sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Antaranews/Ilham Rian Pratama)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved