Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

OTT KPK Kasus Jual Beli Proyek, Bupati Indramayu Nonaktif Supendi Divonis 4,5 Tahun Penjara

Supendi, Bupati Indramayu nonaktif, divonis 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam kasus jual beli proyek.

Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Indramayu Supendi menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. Majelis Hakim PN Bandung, Selasa (7/7/2020), memvonis Supendi 4,5 tahun penjara dalam kasus jual beli proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu. 

Hakim menyatakan perbuatan terdakwa bertentangan dengan kewajibannya sebagai penyelenggara negara, yakni selaku Bupati Indramayu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 4 dan 6 UU RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).‎

Bupati Indramayu Pakai Kode Mangga Manis

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kode atau sandi yang digunakan untuk menyamarkan praktik suap di kasus yang melibatkan Bupati Indramayu Supendi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Carsa AS selaku pihak swasta, menggunakan sandi 'mangga' sebagai ganti uang suap yang akan diberikan kepada Supendi.

Hal ini terkait dugaan suap dan gratifikasi pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

 KSAD Jelaskan Alasan Anggota TNI AD Harus Dihukum Walaupun Istri yang Berbuat Salah

Awalnya, KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Supendi kepada rekanan, terkait beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

Carsa AS diduga menghubungi ajudan Supendi dan menyampaikan uang akan diberikan melalui sopir bupati.

"CAS (Carsa AS) meminta sopir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar, dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan 'mangga yang manis' untuk bupati.

 JAD Rancang Aksi Bom Bunuh Diri di Jogja-Solo Saat Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Pengantin Sudah Siap

"CAS juga meminta sopir bupati datang menggunakan motor yang memiliki bagasi di bawah jok, untuk menaruh uang," beber Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Setibanya di lokasi yang dijanjikan, staf Carsa AS kemudian menaruh uang dalam kresek hitam, ke dalam jok motor sopir bupati.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved