Breaking News:

RUU HIP

Isu Kebangkitan PKI, Sejarawan LIPI: Ada yang Ingin Kembalikan Kejayaan Orde Baru

Isu kebangkitan PKI atau komunis di Indonesia dihidupkan kembali, untuk mengembalikan kejayaan Orde Baru menjelang pemilihan presiden 2024.

Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Sejarawan Prof Asvi Warman Adam 

"Jadi ingin mengembalikan kejayaan Orde Baru, partai politik ataupun kekuatan yang lain, ditambah juga dengan kepentingan yang yang berbeda," paparnya.

Padahal, dia tegaskan, komunisme dan PKI itu sudah punah dari Tanah Air.

Tanggapi Kalung Pembasmi Virus Corona, Fahri Hamzah: Jangan Mencemooh, Biar Dibuktikan

Apalagi, kata dia, sudah ada TAP MPRS Nomor XXV/1966 tentang pembubarkan PKI, yang melarang ajaran komunisme, atheisme di Indonesia sejak 12 Maret 1966 lalu.

Hingga kini, lanjutnya, TAP MPRS itu tidak pernah dicabut alias masih berlaku.

"Itu sudah berlaku sejak 12 Maret 1966 dan sekarang pun itu masih tetap dipertahankan."

Tak Mau Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan, Edhy Prabowo: Saya Enggak Mau Cari Panggung

"Walaupun ada beberapa yang mengatakan, beberapa persyaratan itu dijalankan dengan memperhatikan keadilan, demokrasi dan hak asasi manusia," ucapnya.

Namun, tegas dia, itu tidak membuat peluang sama sekali bagi sebuah organisasi berideologi komunisme untuk hidup di Indonesia.

"Artinya sudah mati bisa dikatakan. Jadi bahaya laten PKI itu hanya halusinasi," tegasnya.

Tjahjo Kumolo Ungkap Pernah Ada Gubernur Menang Pilkada Dua Kali karena Bagi-bagi Handphone, Siapa?

Isu kebangkitan PKI muncul seiring penggodokan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Pemerintah akhirnya memutuskan tidak membahas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang merupakan inisiatif DPR.

Selain menyoroti masalah prosedur, pemerintah juga menyoroti masalah substansi RUU tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved