Breaking News:

Virus Corona

DPRD Jawa Barat Sepakat Bansos Sembako Diganti Uang Rp 500 Ribu, Pendistribusiannya Ditransfer

Saat ini, kata Imam Budi Hartono, terdapat 1,9 juta penerima bansos dari Pemprov Jawa Barat yang tidak terealisasi dengan baik.

Warta Kota
Bakal calon wali kota Depok dari PKS Imam Budi Hartono seusai bincang santai dengan wartawan di Hotel Bumi Wiyaya, Beji, Depok, Rabu (1/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Pihak Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyepakati untuk mengganti bentuk penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Bila sebelumnya bantuan sosial (bansos) dari Gubernur Jawa Barat berupa bantuan sebesar Rp 500.000 yang terbagi menjadi uang tunai Rp 150.000 dan sembako senilai Rp 350.000.

Maka pada bantuan selanjutnya akan dilakukan pergantian berupa uang tunai dengan besaran yang kemungkinan sebesar Rp 500.000.

“Kami memang mengusulkan untuk diganti uang tunai saja untuk menghindari adanya sembako yang membusuk atau rusak,” papar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono saat dihubungi Wartakotalive.com, Senin (6/7).

Selain antisipasi busuk, rusak atau kedaluwarsa, pria yang juga maju sebagai bakal calon wali kota Depok 2020 ini mengatakan pergantian uang dilakukan untuk mencegah adanya penyelewengan pengadaan barang atau dana oleh vendor.

Sebab bukan tak mungkin bila pihak ketiga mengubah kualitas barang demi meraup keuntungan di tengah kesulitan masyarakat akibat penyakit yang menyerang dunia ini.

Untuk realisasinya, lelaki berkacamata yang akrab disapa IBH ini mengatakan kemungkinan akan segera dilakukan pada bansos tahap selanjutnya.

Berbeda dengan bantuan tunai yang diberikan oleh Pemerintah Kota Depok kepada warganya melalui pengurus Rukun Tetangga (RT), bansos uang tunai ini direncanakan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima bantuan.

Dengan begitu, kata politisi PKS, hal tersebut tidak rawan penyimpangan serta pengawasan dalam pelaksanaan pendistribusian bisa terpantau.

Jika pun nantinya uang tunai tersebut digunakan oleh masyarakat untuk membeli selain kebutuhan pokok, Imam mengaku tak masalah.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved