Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona

Doni Monardo: Covid-19 Malaikat Pencabut Nyawa

Doni Monardo meminta bupati dan wali kota menyosialisasikan pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan pendekatan berbasis kerarifan lokal.

Tayang:
Dok BNPB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta bupati dan wali kota menyosialisasikan pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan pendekatan berbasis kerarifan lokal.

Menurut Doni Monardo, peran antropolog, sosiolog, serta tokoh-tokoh adat dan agama, dapat menjadi solusi untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai Covid-19.

Sehingga, masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru dan dapat mengakibatkan keadaan semakin fatal.

Tak Ada Seleksi Gara-gara Covid-19, HUT ke-75 RI Pakai Anggota Paskibraka Tahun Lalu

“Harus berbasis kearifan lokal. Libatkan antropolog dan sosiolog sebagai solusi."

"Jangan sampai masyarakat mendapat informasi yang keliru,” ungkap Doni Monardo dalam kunjungan kerja di Ambon, Maluku, Senin (6/7/2020).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga mengingatkan Covid-19 adalah ‘malaikat pencabut nyawa’, khususnya bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 6 Juli 2020: Tambah 1.209, Total Pasien 64.958 Orang

“Covid-19 ini adalah malaikat pencabut nyawa, bagi mereka yang rentan dari segi usia dan memiliki komorbiditas,” tutur Doni Monardo.

Lebih lanjut, menurut data yang diperoleh Doni Monardo, rata-rata penularan Covid-19 di masyarakat adalah mereka yang positif namun tidak memiliki gejala.

Oleh sebab itu, dia meminta seluruh masyarakat tidak menganggap remeh penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu.

Mensesneg: Progress Kabinet Berjalan Bagus, Jangan Ributkan Reshuffle Lagi

“Di Ambon sudah ada 17 warga yang meninggal akibat tertular dari orang tanpa gejala (OTG),” jelas Doni Monardo.

Di sisi lain, Doni Monardo juga mengajak agar masyarakat dapat bersungguh-sungguh melakukan upaya pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, dan menggunakan masker.

Berbekal Surat Sakit dari Klinik di Malaysia, Djoko Tjandra Kembali Absen di Sidang PK

Doni Monardo juga mengingatkan mengenai pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi tinggi, dan rutin melakukan olahraga.

Hal itu menjadi penting, sebab benteng pertahanan yang pertama adalah masyarakat itu sendiri.

“Dokter dan perawat adalah benteng terakhir, benteng pertama adalah masyarakat,” tegas Doni Monardo.

Jawa Timur Jadi Faktor Determinan, Pengaruhi Angka Kasus Covid-19 Tingkat Nasional

Kemarin, ada 1.209 kasus baru Covid-19, sehingga total menjadi 64.958 kasus.

"Tertinggi yang melaporkan kasus positif hari ini adalah Jawa Timur dengan 308 kasus positif dan melaporkan 104 kasus sembuh," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam siaran BNPB, Senin (6/7/2020).

Kemudian, Yuri menyebut ada DKI dengan 232 kasus positif dan 373 laporan pasien terkonfirmasi sembuh.

Kinerja Para Menteri Membaik Setelah Dimarahi Jokowi, Mensesneg: Jadi Ngapain Direshuffle?

Kemudian Jawa Tengah dengan kasus positif baru sebanyak 127 kasus baru, dan 60 kasus sembuh.

"Ada Jawa Barat dengan 126 kasus baru dan 16 kasus sembuh."

"Sulawesi Selatan melaporkan ada 84 kasus positif dan 79 pasien yang dilaporkan sembuh," ujarnya.

Berikut ini sebaran 64.958 kasus Covid-19 per 6 Juli 2020:

1. Aceh: 87 kasus positif;

2. Bali: 1.900 kasus positif;

3. Banten: 1.525 kasus positif;

4. Bangka Belitung: 169 kasus positif;

5. Bengkulu: 141 kasus positif;

6. DI Yogyakarta: 339 kasus positif;

7. DKI Jakarta: 12.667 kasus positif;

8. Gorontalo: 271 kasus positif;

9. Jambi: 120 kasus positif;

10. Jawa Barat: 3.700 kasus positif;

11. Jawa Tengah: 4.738 kasus positif;

12. Jawa Timur: 14.321 kasus positif;

13. Kalimantan Barat: 339 kasus positif;

14. Kalimantan Timur: 597 kasus positif;

15. Kalimantan Tengah: 1.040 kasus positif;

16. Kalimantan Selatan: 3.628 kasus positif;

17. Kalimantan Utara: 206 kasus positif;

18. Kepulauan Riau: 313 kasus positif;

19. Lampung: 201 kasus positif;

20. Maluku Utara: 953 kasus positif;

21. Maluku: 804 kasus positif;

22. Nusa Tenggara Barat: 1.362 kasus positif;

23. Nusa Tenggara Timur: 118 kasus positif;

24. Papua Barat: 265 kasus positif;

25. Papua: 2.027 kasus positif;

26. Riau: 235 kasus positif;

27. Sumatera Selatan: 2.326 kasus positif;

28. Sumatera Barat: 775 kasus positif;

29. Sumatera Utara: 1.798 kasus positif;

30. Sulawesi Utara: 1.218 kasus positif;

31. Sulawesi Tenggara: 484 kasus positif;

32. Sulawesi Selatan: 5.974 kasus positif;

33. Sulawesi Tengah: 191 kasus positif;

34. Sulawesi Barat: 124 kasus positif. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved