Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Penyebab Kebijakan Penanganan Virus Corona di Kota Bekasi Sering Tak Seirama dengan Ridwan Kamil

Kebijakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kerap tak seirama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait penanganan virus corona di Bekasi.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di area CFD Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (5/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kebijakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kerap tak seirama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait penanganan virus corona di Bekasi.

Misalnya, pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan, pembukaan tempat hiburan malam, dan wacana akan membuka kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Rahmat Effendi mengatakan bahwa pemberian nama kebijakannya Pemerintah Kota Bekasi juga tidak sama dengan Pemprov Jawa Barat.

Penamaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional, Kota Bekasi memberikan nama adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) masyarakat produktif Covid-19.

VIDEO: Ribuan Warga Padati CFD Kota Bekasi, Rahmat Effendi Tidak Khawatir Terjadi Kluster Baru

Balita dan Ibu Hamil di Lokasi CFD, Begini Respon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Pemprov Jawa Barat menyatakan bahwa PSBB proporsional diperpanjang 14 hari, akan tetapi Kota Bekasi memperpanjang hingga satu bulan dengan nama berbeda yakni ATHB.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan,  dirinya tak ingin berpikir text book, akan tetapi harus dinamis.

"Kalau saya mengalir berarti ada persoalan. Persoalan adalah pada saat kita melakukan pengetatan pembatasan tiga bulan lebih itu yang paling terkapar itu ekonomi dan tenaga kerja," kata Rahmat Effendi.

Dia mengatakannya  ketika diwawancarai ekslusif Wartakotalive.com di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (1/7/2020).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Berlakukan New Normal Selama Sebulan

WAWANCARA EKSKLUSIF Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi: Berpikir Out of The Box Tangani Covid-19

Rahmat menuturkan, sejumlah kebijakan yang dikeluarkannya bukan hanya terhadap penanganan virus corona atau Covid-19.

Akan tetapi, dia juga menyorot  dampak ekonomi dari pandemi virus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved