Breaking News:

Pemerintahan Jokowi

Mensesneg Sebut Kinerja Menteri Jokowi Baik saat Wabah Virus Corona, Pratikno: Ngapain Direshuffle

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno angkat bicara dan mengatakan para menteri Kabinet Indonesia Maju terus menunjukkan kinerja baik.

Editor: Panji Baskhara
SETKAB
Menteri Sekretaris Negara Pratikno 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menegur kinerja menteri beberapa waktu lalu.

Terguran berujung sejumlah menteri kinerja tak baik terancam direshuffle Jokowi hingga ancaman pembubaran lembaga.

Mengenai hal ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno angkat bicara dan mengatakan para menteri Kabinet Indonesia Maju terus menunjukkan kinerja baik.

Menurut Pratikno, para menteri telah menunjukkan perubahan kinerja pascateguran Jokowi mengenai reshuffle.

Pengamat: Posisi 4 Menteri Ini Bakal Aman dari Reshuffle Kabinet, Siapa Saja Mereka?

Isu Reshuffle, Simak Tanggapan Wasekjen Partai Demokrat Soal Kabar AHY Masuk Kabinet Presiden Jokowi

BEREDAR Susunan Kabinet Hasil Reshuffle, Ada Nama AHY, Wasekjen Partai Demokrat Bilang Begini

Sehingga, kata Pratikno, tak perlu adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain direshuffle. gitu. intinya begitu," kata Pratikno di Gedung Utama Kantor Mensesneg, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Pratikno menyebut, arahan Presiden Jokowi yang minta para pembantunya itu bekerja cepat dalam menghadapi krisis ditengah pandemi Covid-19, benar-benar dijalankan.

Hal itu terlihat dari dari kinerja kementerian/lembaga mulai menunjukan kinerja terbaik.

Mulai dari serapan anggaran yang meningkat hingga program-program dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Artinya teguran keras tersebut punya arti yang signifikan. Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. ini progres yang bagus," ucap Pratikno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal reshuffle saat rapat kabinet paripurna di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan.

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Presiden menyatakan mendukung sejumlah poin dalam draf revisi UU KPK diantaranya kewenangan menerbitkan SP3, pembentukan Dewan Pengawas KPK dari unsur akademisi atau aktivis anti korupsi yang akan diangkat langsung oleh presiden, ijin penyadapan dari dewan pengawas internal KPK serta status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan"

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved