Breaking News:

Berita Tangerang

Klarifikasi Perkembangan Penyelewengan Dana Bantuan Sosial di Cipondoh Kota Tangerang

Korban diketahui berinisial LS yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan pelaku berinisial WS sebagai Ketua Kelompok KPM.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Koodinator Program Keluarga Harapan Kota Tangerang, Syafei (tengah) memberikan klarifikasi penyelewengan dana bantuan sosial di Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (6/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Tangerang, Syafei memberikan klarifikasi mengenai penyelewengan dana bantuan sosial.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi penyelewengan dana  tersebut di wilayah Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Korban diketahui berinisial LS yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan pelaku berinisial WS sebagai Ketua Kelompok KPM di lokasi tersebut.

"Kami menyoroti perkembangan Program Keluarga Harapan di Kota Tangerang, khususnya yang terjadi di Kecamatan Cipondoh," ujar Syafei kepada Wartakotalive.com, Senin (6/7/2020).

Bawaslu DKI Jakarta Soroti Pemberian Bansos Kepala Daerah di Masa Pandemi Covid-19

Warga Pulogadung Diduga Dipungut Rp 10 ribu Saat Ambil Bansos, Alasannya untuk Bayar Sewa Mobil

Menurutnya, banyak manfaat yang bisa diambil dari kejadian tersebut.

Salah satu di antaranya yakni pihaknya telah mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM kepada masyarakat keluarga penerima manfaat di wilayah tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses ini kepada pendamping PKH. Kemudian juga kepada pihak kelurahan dan segenap sekelompok masyarakat di wilayah itu," ucapnya.

Petugas kepolisian yang membantu penyelidikan penyelewengan dana bantuan sosial itu yakni  Syamsul Bahri sehingga proses pendistribusian kartu sampai ke tangan KPM baik dan lancar.

VIDEO: Dana Bansos di Cipondoh Tangerang Diduga Diselewengkan

Cerita Lengkap Kebakaran Rumah dengan 3 Orang Korban Tewas di Cipondoh, Warga Mengira Tak Ada Orang

"Kami berharap di wilayah-wilayah lain jika masih ada KPM yang belum pegang KKS untuk segera memegang Kartu KKS sendiri. Agar tidak disalahgunakan oleh oknum lain," kata Syafei.

Alasannya, kata Syafei, agar kasus seperti di Cipondoh beberapa waktu lalu tidak terjadi lalu.

"Sehingga harapan kami program PKH bisa terlaksana dan semua masyarakat tidak ada yang dirugikan lagi," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved