Breaking News:

Berita Tangerang

Hina Lembaga dan Ketua Umum, DPC PDIP Tangsel Laporkan Dua Akun Medsos

Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Tangsel, Suhari Wicaksono mengatakan pelaporan akibat adanya postingan dari kedua akun yang bersifat ujaran kebencian.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Rizki Amania
Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Tangsel, Suhari Wicaksono saat ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi melaporkan dua nama pemilik akun facebook ke Polres Kota Tangsel.

Kedua akun facebook yang dilaporkan puhak DPC Kota Tangsel yakni Arie Wijaja dan Suheri Wiguna.

Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Tangsel, Suhari Wicaksono mengatakan pelaporan akibat adanya postingan dari kedua akun yang bersifat ujaran kebencian.

Sebab, akun bernama Aria Wiraraja memposting tulisan berupa 'Megawati pelaku makar'. Sedangkan, akun Suheri Wiguna menyebut 'PDIP ternyata Komunis'.

Rahmat Pedagang Sandal Keliling Pingsan Kelaparan, dari Sukabumi Tergeletak di Pinggir Jalan Cilebut

Sandi Sedih Stimulus untuk UMKM Tersendat, Padahal Peran UMKM Sangat Penting Selama Krisis Covid-19

Menurutnya, postingan dari kedua akun tersebut telah mencederai nama dari partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu.

"Ada akun yang mengumpat dengan kata makar, artinya ini perbuatan yang tidak menyenangkan, Ketum (Ketua Umum) kita yang kami hormatin tiba-tiba ada kata seperti itu," kata Suhari saat ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan, Serpong, Tangssel, Senin (6/7/2020).

Suhari menuturkan untuk persoalan tersebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada jajaran Polres Kota Tangsel.

Langkah tersebut dinilai pihaknya lebih efektif untuk memberi jera bagi pengumbar ujaran kebencian dibanding dengan cara yang sama.

"Kita percayakan semuanya kepada hukum untuk efek jera," jelasnya.

Kartu Keluarga Sejahtera Dibagikan Langsung ke Pemilik Agar Tidak Disalahgunakan Oknum Pengurus KPM

Widi Mulia Ajari Anak Belajar Kecewa, Cepat Bangkit Saat Tahu Dwi Sasono Pengguna Narkoba

Disisi lain, Wakabid Komunikasi Politik DPC PDI-Perjuangan Kota Tangsel, Rohidi Darmadi mengatakan proses hukum dipilih pihaknya dalam menuntaskan permasalahan ujaran kebencian itu.

Menurutnya langkah yang sama dilakukan saat pihaknya melaporkan kmperistiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan oleh massa aksi tola Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Belum seminggu melaporkan pembakaran bendera partai dan diiringi long march yang diikuti ribuan kader PDI-Perjuangan, dan kami bergerak kembali untuk melaporkan ujaran kebencian. Inilah tindakan yang kita lakukan proses jalur hukum," jelas Rohidi dikesempatan yang sama.

Sedangkan, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPC PDI-Perjuangan Kota Tangsel, Rocky yang mendampingi para kader banteng PDI-Perjuangan Tangsel, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Hari ini kami mendampingi para kader banteng PDIP Kota Tangerang Selatan yaitu
terkait dugaan pelanggaran UU ITE oleh sebuah akun yang yang menghina PDI
Perjuangan. Ini pembelajaran juga bagi kita semua, di satu sisi kami merasa dirugikan dan di satu sisi juga masyarakat umum harus lebih hati-hati jangan mudah terprovokasi pihak-pihak yang menginginkan pecah bela bangsa ini," tutup Rocky. (M23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved