Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Ratusan Ilmuwan Desak WHO Ralat Saran, Sebut Virus Corona Mengudara

Ratusan ilmuwan mengatakan terdapat bukti bahwa virus corona dalam partikel lebih kecil di udara dapat menginfeksi dan mendesak WHO meralat saran.

Editor: Hertanto Soebijoto
AFP/Fabrice COFFRINI
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri konferensi pers tentang Covid-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). WHO didesak agar meralat rekomendasi mereka, seperti dilansir New York Times pada Sabtu (4/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, NEW YORK - Terdapat bukti bahwa virus corona dalam partikel yang lebih kecil di udara dapat menginfeksi orang.

Ratusan ilmuwan mengemukakan temuannya itu seperti dilansir New York Times pada Sabtu (4/7/2020).

Mereka juga mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar meralat rekomendasi mereka. Sebagaimana diketahui, dalam rekomendasinya WHO menyampaikan bahwa penyakit virus corona menyebar terutama dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut, yang dikeluarkan ketika penderita Covid-19 batuk, bersin atau berbicara.

Dalam surat terbuka kepada badan tersebut, yang rencananya bakal diterbitkan di jurnal ilmiah pekan depan oleh para peneliti, disebutkan 239 ilmuwan di 32 negara menggarisbawahi bukti yang menunjukkan bahwa partikel yang lebih kecil mampu menginfeksi orang, lapor NYT.

WHO tak langsung menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.

 Presiden Jokowi Beberkan Upaya Strategis Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

 Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Sudah Resesi Akibat Covid-19 dan Mulai Masuk pada Potensi Depresi

 Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, Membunuh Asa Bangsa Palestina

Apakah terbawa oleh tetesan yang lebih besar yang meningkat melalui udara setelah bersin, atau melalui tetesan yang diembuskan yang jauh lebih kecil, yang mungkin mengisi ruangan, virus corona ditularkan melalui udara dan mampu menginfeksi orang ketika bernapas, kata para ilmuwan, menurut NYT.

Namun badan kesehatan itu mengatakan bahwa bukti virus mengudara tidak meyakinkan, demikian NYT.

"Secara khusus dalam beberapa bulan terakhir, kami berulang kali menyatakan bahwa kami menganggap penularan melalui udara sebagai hal yang mungkin namun tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat bahkan jelas," kata Dr Benedetta Allegranzi, kepala teknis pencegahan dan pengendalian penyakit WHO, seperti dilansir NYT.

WHO Minta Amerika Segera Produksi Jutaan Remdesivir

Sebelumnya diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung langkah pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan obat Remdesivir.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved