Pilkada Tangerang Selatan

Bawaslu Kota Tangsel Hentikan Kasus Abdul Rozak Terkait Netralitas ASN pada Pilkada 2020

Bawaslu Kota Tangsel menghentikan proses hukum Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rozak.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Rizki Amana
Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Tangsel, Ahmad Jazuli saat ditemui di Kantor Bawaslu Kota Tangsel, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Badan Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan (Bawaslu Kota Tangsel) menghentikan proses hukum Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rozak.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Tangsel, Ahmad Jazuli menjelaskan, penghentian kasus itu diputuskan melalui rapat pleno Bawaslu Kota Tangsel.

Menurutnya, hasil rapat pleno merinci bukti laporan dari chat yang tersebar di WhatsApp grup warga Tangsel itu telah banyak mendapat perubahan.

Dia mengatakan, Bawaslu Kota Tangsel telah menerima laporan pada 28 juni 2020.

Bawaslu Soroti Munculnya Kandidat dari ASN Dapat Pengaruhi Netralitas Pada Pilkada Serentak Nanti

Belum Ada Keputusan dari Pusat, PDIP-Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020

"Dan kita lakukan pemanggilan terhadap pelapor dan saksi,  pihak terlapor, dan pihak terkait untuk dimintai keterangan," kata Jazuli saat ditemui di Gedung Bawaslu Kota Tangsel, Rawa Buntu, Serpong, Senin (6/7/2020).

"Setelah proses itu kita lakukan kajian dan dituangkan di dalam berita acara dan melakukan pleno untuk putusan. Dan kemudian hasil pleno bahwa untuk kasus laporan ini oleh Bawaslu dihentikan," ucapnya lagi.

Ahmad Jazuli mengatakan, alasan tak dapat dilanjutkannya kasus karena bukti yang dibawa pelapor tidak sesuai laporan.

Saat proses pemeriksaan berlangsung, kata Ahmad Jazuli,   bukti dan keterangan pelapor maupun saksi tidak sesuai.

Sekjen DPC Gerindra Bantah Kabar Berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada 2020 Kota Tangsel

Prabowo Beri Wejangan ke Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Sinyal Kuat Dukungan Pada Pilkada Tangsel

"Karena ada dua alasan, pertama bahwa si pelapor itu ada perbedaan keterangan ketika melaporkan dan juga saat diklarifikasi."

"Saat melaporkan si pelapor mengatakna bahwa mengetahui baru tanggal 26 Juni 2020. Sementara hasil proses klarifikasi di bulan April sudah mengetahui," katanya.

Dia menjelaskan, setelah hasil klarifikasi dan kajian bukti yang disampaikan pelapor itu ada perbedaan dengan pembicaraan di grup WhatsApp Blandongan Tangsel.

"Kita juga mengundang pihak terkait admin grup dan kita klarifikasi bukti yang disampaikan itu berbeda dengan di grup yang ada atau tidak orisinil," ucapnya.

Perihal Permintaan Data ASN Jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel, Camat Pondok Aren Merasa Difitnah

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany Sewot Ditanya soal Beredarnya Pesan Berantai Jelang Pilkada

Seperti diwartakan sebelumnya, pelaporan terjadap Abdul Rozak kepada pihak Bawaslu Kota Tangsel ditenggarai akan memengaruhi dukungan kandidat dalam Pilkada Tangsel.

Terutama dukungan terhadap bakal calon Wali atau Wakil Wali Kota Tangsel yakni Pilar Saga Ichsan pada Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Dukungan tersebut disampaikan Abdul Rozak melalui pesan tertulis pada grup warga Kota Tangsel hingga memicu polemik netralitas pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) pada Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved