Breaking News:

Berita Internasional

Awas! Penyakit Kuno yang Pernah Menewaskan 200 Juta Orang Muncul Lagi

Penyakit pes merupakan sangat menular dan sering berakibat fatal yang sebagian besar disebarkan oleh tikus melalui kutu

AFP/getty images
Ilustrasi - Pekerja terlihat di sebelah kandang tikus (kanan) di Institut Virologi Wuhan China dalam file foto. Pejabat AS dilaporkan percaya Coronavirus pertama kali menyeberang ke manusia di dalam laboratorium Virologi Wuhan ini. 

Wartakotalive, Jakarta - Selagi semua negara di dunia berkutat menghadapi wabah virus corona, muncul peringatan dari China tentang temuan kasus dugaan penyakit pes, yang tercatat sebagai salah satu penyakit paling mematikan dalam sejarah.

Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bayan Nur di wilayah China Mongolia Dalam, yang dikutip aljazeera.com, Senin, 6 Juli 2020.

Pemerintah kota tersebut mengeluarkan peringatan kesehatan tingkat ketiga pada hari Minggu, terendah kedua dalam sistem empat tingkat.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah ditemukan pasien di rumah sakit yang diduga menderita penyakit pes.

Peringatan itu disertai larangan perburuan dan makan hewan yang bisa membawa penyakit tersebut.

Selain itu masyarakat diminta untuk melaporkan dugaan demam tanpa sebab yang jelas pada banyak orang, dan melaporkan setiap marmut yang sakit atau mati.

Peringatan hari Minggu tersebut menyusul empat kasus penyakit pes yang dilaporkan terjadi pada orang dari Mongolia Dalam pada November lalu, termasuk dua wabah pneumonia, varian penyakit yang lebih berbahaya.

Setidaknya dua kasus kemudian didiagnosis terjadi di Ibu Kota, Beijing.

Wabah pes, yang dikenal sebagai "Kematian Hitam" pada Abad Pertengahan, berasal dari bakteri yersinia pestis, dan merupakan penyakit yang sangat menular dan sering berakibat fatal yang sebagian besar disebarkan oleh tikus melalui kutu.

Pada abad ke-14 wabah pes melanda dunia, yang diperkirakan menewaskan antara 75 juta dan 200 juta orang.

Halaman
12
Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved