Breaking News:

Virus Corona

Karena Arab Saudi Alami Lonjakan Kasus Corona, Para Diplomat AS Berbodong-bondong Kabur

Virus corona berhasil masuk ke kedutaan besar AS di ibu kota, Riyadh, menginfeksi setidaknya 30 anggota staf.

reuters/usnews.com
Halaman Kabah di Mekkah sedang dibersihkan. Arab Saudi sudah membuka kembali ibadah haji secara terbatas 

Wartakotalive, Jakarta - Diplomat Amerika Serikat berbondong-bondong meninggalkan Arab Saudi karena wabah virus corona di negeri tersebut makin meningkat, dengan penderita melewati jumlah 200.000 orang, sekitar tiga kali lipat dari Indonesia.

Puluhan diplomat dan keluarganya dalam dua hari terakhir sudah angkat kaki dari Saudi.

Kabar itu kali pertama dilaporkan oleh Wall Street Journal (WSJ), yang dikutip oleh aljazeera.com, Minggu, 5 Juli 2020.

Diperkirakan akan lebih banyak pejabat Kedutaan AS akan terbang pulang dalam beberapa pekan mendatang.

Para diplomat yang dipulangkan, menurut para pejabat yang mengetahui rencana tersebut, sudah sesuai dengan arahan Kementerian Luar Negeri AS.

Terlepas dari upaya Arab Saudi untuk menahan penyebaran virus sejak awal, jumlah kasus di negara itu telah meningkat melewati 200.000.

Padahal, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, AS, kasus covid-19 di Arab Saudi pada Mei lalu baru mencapai 110.000.

Jumlah korban yang meninggal dunia sudah lebih dari 1.800 orang.

Kenaikan jumlah infeksi terjadi setelah pemerintah kerajaan Saudi mencabut pembatasan termasuk jam malam, dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonominya, yang telah menderita dari harga minyak yang rendah.

Menurut WSJ, virus corona berhasil masuk ke kedutaan besar AS di ibu kota, Riyadh, menginfeksi setidaknya 30 anggota staf.

Halaman
123
Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved