Breaking News:

Liga 1

Jelang Dilanjutkannya Kompetisi Liga 1 2020, PSSI akan Gelar Workshop dan Bekali Dokter Tim

Tentu saja PSSI turut mendapatkan masukan dari FIFA, AFC maupun AFF khususnya standar kesehatan di new normal.

Warta Kota/Eko Priyono
Dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi (kiri) saat diwawancarai wartawan Warta Kota Rafsanzani Simanjorang di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PSSI memutuskan untuk melanjutkan kompetisi sepak bola Indonesia di bulan Oktober mendatang.

Walaupun di tengah pandemi Covid-19, PSSI optimis kompetisi sukses digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan di era new normal.

Syarif Alwi, dokter timnas pun dipercaya untuk berkolaborasi dengan kemenkes, kemenpora dalam mempersiapkan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan guna keamanan kompetisi nantinya.

Lee Yoo-joon Minta PSSI Ikuti Aturan Seperti Liga Korea dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Tentu saja PSSI turut mendapatkan masukan dari FIFA, AFC maupun AFF khususnya standar kesehatan di new normal.

Papi-sapaan akrab Syarif Alwi pun sukses membuat buku tentang protokol kesehatan yang akan dilakukan oleh setiap tim nantinya.

Persib Aman, Hasil Test Swab Sudah Keluar, 48 Pemain Negatif Covid-19, SIap Hadapi Liga 1 2020

Banyak hal dituliskan di dalam buku tersebut termasuk protokol kesehatan di lapangan, tempat berlatih, saat bertanding, di akomodasi bahkan saat di dalam transportasi.

Namun, sebelum mengarah lebih dalam, ada satu program protokol kesehatan yang mungkin membuat klub geleng-geleng kepala.

Pemakaian PCR (polymerase chain reaction) misalnya, swab tes yang satu ini diketahui menelan biaya lebih mahal dibandingkan dengan rapid tes.

The Jak Mania Minta Persija Jakarta Tak Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Liga 1 2020, Ini Alasannya

"Tentu banyak pro dan kontra, misalnya pemakaian PCR (polymerase chain reaction) yang digunakan untuk swab test Covid-19 yang menelan biaya mahal dibandingkan rapid test, semuanya telah kami pertimbangkan, mana yang lebih efisien masih kami pertimbangkan,"ujar Syarif Alwi kepada Warta Kota, Kamis (2/7/2020).

Selain itu, PSSI akan mengadakan workshop yang dilakukan PT LIB (operator kompetisi) bekerja sama dengan PSSI dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dalam memberikan pembekalan untuk dokter-dokter yang bertugas di klub-klub Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 beberapa waktu ke depan.

Stefano Cugurra Berharap Liga 1 Berlanjut Dengan Protokoler Kesehatan Yang Ketat

Dengan pembekalan, maka dokter tim akan mendapat sertifikat.

Sertifikat itu pula yang akan digunakan dalam pertandingan liga nanti.

"Jadi semua yang bekerja sudah lolos dari Covid-19 dan sudah punya persepsi yang sama dalam mensukseskan kompetisi ini," tutupnya.

Ada pun hingga saat ini, PSSI belum memutuskan jadwal, regulasi dan tempat penyelenggaraan kompetisi Oktober nanti. (m21)

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved