Breaking News:

Berita Tangsel

Jadi Landasan Terbang Pesawat RC, Kawasan CBD Bintaro Ramai Dikunjungi Warga Pada Akhir Pekan

Jadi Landasan Terbang Pesawat Remote Control, Kawasan CBD Bintaro Kini Selalu Ramai Dikunjungi Warga Pada Akhir Pekan

Warta Kota
Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN - Kawasan CBD Bintaro tepatnya di Jalan Prof Dr Satrio, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) kini sangat populer.

Kawasan tersebut selalu rami dikunjungi warga sekitar di waktu pagi hari atau senja sore untuk sekedar melakukan aktifitas olahraga, berkumpul dengan teman sejawat ataupun bermain dihamaparan lapangan yang luas.

Kawasan itu semakin ramai dipadati warga dikala memasuki hari telah memasuki akhir pekan.

Ditambah kawasan itu kerap menjadi tempat ngumpulnya berbagai macam komunitas yang mengundang antusias warga untuk melihat aktifitasnya seperit Bintaro Aeromodelling Community (BAC).

Pasalnya, komunitas ini kerap menunjukan atraksi penerbangan jenis pesawat remote control pada setiap akhir pekannya.

"Biasanya pagi dan sore di Sabtu dan Minggu pada tiap pekannya. Jadi BAC ini ada pesawat, helikopter, drone," kata Anggota BAC, Zaki kepada Wartakotalive.com saat ditenui di lokasi, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (4/7/2020).

Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya.
Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya. (Warta Kota)

Zaki mengatakan kawasan ini dijadikan tempat penerbangan pesawat oleh komunitasnya dikarenakan memiliki kriteria yang tepat untuk bermain aeromodelling.

Sebab, dalam bermain pesawat remote control itu harus pada lapangan terbuka yang jarang dihinggapi bangunan rumah penduduk.

Karenanya kawasan CBD Bintaro menjadi kawasan yang tepat untuk komunitasnya bermain dan menerbangkan pesawat dengan bebas.

"Jadi kalau main pesawat ini paling tidak bentuk landasannya kotak. Landasan kemudian kotak karena kan kita terbang biasanya elipse (lingkaran), alasannya karena main pesawat ini kita enggak tahu kalau mesin pesawat tiba-tiba mati kita bisa mendaratkan dimana saja," jelas Zaki.

"Jadi di tempat yang safe (aman). Kalau misalnya di depan ada rumah itu bahaya, kalau di sini kan pohon-pohon saja," tambahnya.

Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya.
Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya. (Warta Kota)

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi pada Minggu (5/7/2020) sore, komunitas tersebut menampilkan atraksi penerbangan dua type pesawat tanpa awak itu, yakni YAK 55 yang berkekuatan 100 CC tergolong sebagai kelas ahli, dan pesawat dengan tipe kelas menengah.

Anggota BAC, Timur yang bertugas sebagi pilot dari ketua pesawat itu mengatakan bila dua jenis pesawat tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengemudikannya.

Sebab, kedua jenis pesawat remote control tersebut memiliki jenis mesin dan bahan bakar yang berbeda.

"Pesawat intermediate (kelas menengah) terbuat dari gabus yang keras bahannya dan menggunakan baterai (tenaga). Sedangkan, pesawat expert YAK 55 itu pakai mesin dengan bahan bakar minyak jenis spirtus dan bensin," kata Timur. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved