RUU HIP

Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis di Kebayoran Lama, Panitia Klaim Ada Lima Ribu Peserta

Kawasan sekitar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dipenuhi massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Apel siaga ganyang komunis di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kawasan sekitar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dipenuhi massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Mereka menggelar apel siaga ganyang komunis di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama.

Pantauan di lokasi pukul 12.30 WIB, massa ormas sudah memenuhi lapangan dan sekitar kawasan.

Rocky Gerung Bersedia Jadi Menkumham Jika Ditawari, Syaratnya Diberikan Hak Bisa Lakukan Hal Ini

Mereka juga tampak mengenakan atribut seperti bendera ormas dan seragam.

Koordinator acara Maman Suryadi menyebut, massa ormas yang hadir dalam apel berjumlah ribuan.

"Insyaallah estimasi apel siaga kurang lebih 5.000 peserta," kata Maman kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Mardani Ali Sera: Kalau Seminggu Ini Enggak Ada Kabar Reshuffle Kabinet Berarti Omdo

Adapun acara apel siaga ganyang komunis, kata Maman, dimulai dengan upacara gelar pasukan, pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan dari inspektur upacara.

"Apel siaga tidak akan ada orasi," lanjut Maman.

Hingga berita ini diturunkan, massa ormas terus berdatangan dan memasuki lapangan Ahmad Yani. Sementara, upacara apel siaga masih disiapkan oleh panitia.

Ada Pelibatan Anak di Demonstrasi Tolak RUU HIP

Sementara itu, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melaporkan adanya pelibatan anak pada aksi demonstrasi penolakan RUU HIP, kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI sendiri mendapati temuan adanya kesamaan anak-anak yang pernah juga turut serta dalam aksi demo pasca-Pilpres 2019 lalu.

Koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi penolakan RUU HIP Edy Mulyadi mengatakan, temuan KPAI justru menunjukkan memang ada pihak yang mengerahkan atau memobilisasi anak-anak tersebut.

 Djoko Tjandra Dikabarkan Sudah Tiga Bulan di Indonesia, Menkumham: Tidak Ada Datanya Kok

"Anak-anak itu seperti temuan KPAI, kalaupun benar ya itu kan menjadi bagian menunjukkan bahwa mereka memang ada yang mengerahkan, iya kan?"

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved