Breaking News:

Teten Masduki: Modernisasi Warung Tradisional Akan Jadi Kekuatan Luar Biasa di Sektor Retail

Saat ini Program Belanja di Warung Tetangga masuk dalam tahap uji coba. Untuk tahap awal Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako

Dok: Kemenkop dan UKM
Kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam realisasi program restrukturisasi atau pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang pasar di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2020). Foto dokumentasi Kemenkop dan UKM 

WARTAKOTALIVE.COM - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan ada 15.000 warung tradisional yang terlibat dalam Program Belanja Warung Tetangga. Program Belanja di Warung Tetangga yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada April 2020, diyakini mampu membuat warung atau toko tradisional bersaing dengan retail modern.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, bulan Juli ini ditargetkan program tersebut akan melibatkan seribu warung tradisional. Jumlah warung tradisional di Indonesia sendiri saat ini mencapai 3,5 juta. Lebih lanjut, Ia menambahkan jika semua warung tradisional tersebut bisa modernisasi dan terlibat dalam kampanye Program Belanja di Warung Tetangga, maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa di sektor retail.

Kim Kurniawan dan Pemain Persib Lainnya Jalani Tes Swab dan PCR di Graha Persib

Hindari Kecelakaan di Kawasan Wisata Pantai Minang Rua, Polres Lampung Selatan Pasang Rambu

Diketahui, selama ini warung tradisional selalu kalah bersaing dengan retail modern, hal tersebut lantaran pemilik warung tradisional tidak memiliki akses membeli barang dengan harga yang kompetitif. Namun, dengan Program Belanja di Warung Tetangga, di mana melibatkan sejumlah kluster BUMN Pangan, warung-warung tersebut bisa mendapatkan akses barang yang kompetitif.

"Ditambah dengan sentuhan teknologi, warung tradisional kini memiliki daya saing tinggi," ujar Teten dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2020). Selain itu, Teten menyebut pelaku usaha warung tradisional tak hanya bisa berbelanja bahan sembako dengan harga kompetitif, tetapi juga dibantu dalam manajemen barang dan IT. Hal tersebut karena BUMN Pangan juga menyediakan aplikasi untuk belanja.

Kerja sama dengan sejumlah BUMN Pangan sekaligus membantu menghubungkan warung tradisional dengan platform online. Lantaran BUMN Pangan memiliki gudang di berbagai daerah di Indonesia, kerja sama Kemenkop dan UKM dengan BUMN Pangan ini dinilai strategis. Sehingga nanti jika proyek percontohan ini berhasil akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.

Dinas PUPR Kota Tangerang Bakal Segera Bangun Flyover Setelah Berhasil Gusur Rumah di Tengah Jalan

Jalan Inspeksi Waduk Pluit Ambles Diduga Dampak dari Fenomena Banjir Rob

Saat ini Program Belanja di Warung Tetangga masuk dalam tahap uji coba. Untuk tahap awal Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako meliputi beras, telor, minyak, gula, sarden, kurma, dan tepung. Tahap selanjutnya diperluas pada kebutuhan lauk-pauk, seperti ikan maupun daging.

Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional. “Ini juga untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar,” kata Teten.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pemerintah bidik 15.000 warung tradisional masuk program belanja di warung tetangga"

Editor: Agus Himawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved