Berita Jakarta

Reklamasi Ancol Bisa Kurangi Dampak Banjir Jakarta? Begini Penjelasan Sekda DKI Saefullah

Diklaim, proyek reklamasi Ancol mampu kurangi dampak banjir Jakarta ketika musim penghujan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diklaim, proyek reklamasi Ancol mampu kurangi dampak banjir Jakarta ketika musim penghujan.

Diketahui, luas proyek reklamasi Ancol mencapai 155 hektare bisa jadi tempat penampungan hasil pengerukan lima waduk dan 13 sungai di Jakarta.

Terkait hal ini, dipaparkan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat konferensi pers soal reklamasi perluasan Ancol, di Balai Kota DKI Jakarta melalui siaran langsung akun YouTube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Perluasan kawasan Ancol sebagai lokasi yang menampung hasil pengerukan sungai juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang kerap pada setiap tahunnya terdampak banjir," kata Saefullah, pada Jumat (3/7/2020).

Gilbert Simanjuntak Bingung Tiba-tiba Ada Keputusan Gubernur Terkait Reklamasi Ancol

Izin Reklamasi Ancol, DPRD Akui Kecolongan karena Dalam Kepgub Tak Ada Reklamasi

Reklamasi Ancol, PJAA Tunggu Kondisi Keuangan Membaik dan Pandemi Virus Corona Mereda

Menurut Saefullah, dari hasil pengerukan 5 waduk dan 13 sungai di Jakarta ini, akan ditempatkan di Pantai Utara Jakarta tepatnya di Kawasan Ancol Timur dan Ancol Barat.

Wilayah ini juga menempel langsung dengan area yang dikelola Taman Impian Jaya Ancol.

"Saat ini proses yang sudah berjalan selama 11 tahun tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pilihan yang paling baik demi keseimbangan ekosistem Pantai Utara Jakarta," katanya.

Selain itu, dari hasil laporan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau Proyek Darurat Penanggulangan Banjir Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project atau JUFMP), diperkirakan total hasil pengerukan adalah 3.441.870 m kubik.

Dimana nantinya lumpur yang dibuang ke lokasi lahan yang ditentukan itu akan dengan sendirinya mengeras dan menghasilkan tanah seluas 20 hektar.

"Penumpukan tanah tersebut pada akhirnya akan membentuk area yang baru"

"karena proses pemadatan yang dilakukan untuk menjaga agar tanah tidak tercecer ke dasar laut secara tidak teratur," ucapnya.

Gilbert Simanjuntak Bingung

Pantai Lagoon Ancol di Taman Impian Jaya Ancol tampak lengang pada Minggu (21/6), meski pun taman hiburan tersebur sudah dibuka kembali sejak Sabtu (20/6).
Pantai Lagoon Ancol di Taman Impian Jaya Ancol tampak lengang pada Minggu (21/6), meski pun taman hiburan tersebur sudah dibuka kembali sejak Sabtu (20/6). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gilbert Simanjutak mengaku kecolongan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved