Berita Internasional

Korban Tewas di Area Penambangan Batu Giok Myanmar Bertambah Jadi 166 Orang

Sektor pertambangan batu giok Myanmar didominasi oleh perusahaan-perusahaan kuat yang terkait dengan militer

EPA/aljazeera.com
Mayat para penambang batu giok Myanmar yang berhasil diambil dari tambang yang tertimbun lumpur, Kamis 2 Juli 2020 

Wartakotalive, Jakarta - Tim penyelamat di Myanmar utara telah menarik beberapa mayat lagi dari lokasi tanah longsor yang menewaskan lebih dari 160 penambang batu giok, banyak dari mereka pekerja migran yang menjelajahi tanah untuk mencari batu berharga.

Jumlah korban tewas akibat tambang batu giok terhantam longsoran tanah dan lumpur di Myanmar bertambah menjadi 160 orang, setelah para petugas penyelamat menggali lumpur yang menutup lahan tambang.

"Misi pencarian dan penyelamatan berlanjut hari ini, dan kami sekarang sudah menemukan 166 mayat," kata Dinas Pemadam Kebakaran Myanmar dalam sebuah posting Facebook, yang dikutip aljazeera.com, Jumat, 3 Juli 2020.

Bencana terburuk dalam sejarah pertambangan batu giok Myanmar itu terjadi pada hari Kamis, 2 Juli 2020.

Saat itu hujan lebat turun di area penambangan di Hpakant, di negara bagian Kachin dekat perbatasan dengan China, yang menyebabkan lereng bukit runtuh dan menimbun area penambangan di bawahnya.

Regu penyelamat membawa mayat penambang di area penambangan Myanmar yang longsor pada Kamis 2 Juli 2020
Regu penyelamat membawa mayat penambang di area penambangan Myanmar yang longsor pada Kamis 2 Juli 2020 (EPA/aljazeera.com)

Hpakant merupakan daerah terpencil yang berada 950 km dari kota terbesar Myanmar, Yangon.

Daerah itu dikenal sebagai pusat industri pertambangan batu giok terbesar dan paling menguntungkan di dunia.

Miliaran dolar AS batu giok diyakini didulang setiap tahun dari lereng-lereng bukit kosong oleh para pekerja migran miskin.

Beberapa saat setelah kejadian, regu penyelamat menemukan 113 jenazah penambang.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi pada hari Jumat menyatakan kesedihan atas tragedi itu.

Halaman
123
Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved