Ini Contoh Kasus Pelaku Streaming Ilegal Tayangan Sepak Bola yang Jadi Tersangka

Bagi Anda yang sering menonton siaran langsung pertandingan sepak bola secara ilegal, kasus ini setidaknya bisa dijadikan bahan pelajaran.

Editor: Eko Priyono
Istimewa
Ilustrasi streaming ilegal pertandingan sepak bola. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para pelaku streaming ilegal tayangan sepak bola di Jawa Barat dan Jawa Tengah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepolisian setempat menyatakan mereka dipidana terkait kasus streaming ilegal aplikasi IPTV atas konten tayangan sepak bola.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui melakukan perbuatan pidana melalui teknologi Internet Protocol Television (IPTV) lewat aplikasi TVku Player dan Ganteng’s IPTV.

Para tersangka terancam pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar. Ancaman tersebut mengacu Pasal 118 ayat (2) jo Pasal 25 huruf ayat (2) Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Kasus ini merupakan lanjutan dari laporan Mola TV sebagai pemegang lisensi Mola Content & Channels.

Uba Rialin, tim kuasa hukum Mola Tv mengatakan sejak awal pihaknya beritikad baik dengan mengumumkan hak atas tayangan Mola Content & Channels melalui surat kabar nasional.

Mola Tv juga melakukan pendekatan persuasif kepada khalayak di banyak daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, dan Makassar.

Selain itu, mereka sempat memberikan peringatan tertulis kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

"Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran hak cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini. Konten-konten premium yang ditayangkan diperoleh Mola TV berdasarkan perjanjian yang sah dari pihak pemilik lisensi terkait di dalam maupun luar negeri," kata Uba melalui keterangan pers yang diterima Warta Kota, Jumat (3/7/2020).

"Dengan adanya kasus pelanggaran hak cipta ini, bukan hanya dari sisi pidana dan ekonomi saja, nama Indonesia juga bisa tercoreng karena kita sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal," sambungnya.

Uba berharap kasus ini membuat berbagai pihak sadar akan tindakan pelanggaran serupa. Bagaimana pun, pelanggaran hak kekayaan intelektual seperti ini harus dihindari.

Uba menyatakan tayangan Mola Content & Channels tidak dapat dipergunakan tanpa kerja sama, izin, ataupun persetujuan tertulis dari Mola Tv.

Sehingga, lanjut Uba, segala bentuk penayangan, publikasi, atau kegiatan terkait tayangan Mola Content & Channels di wilayah Indonesia melalui media apapun yang dlakukan tanpa izin adalah melanggar hukum.

"Jadi penegak akan menindak pelaku yang melakukan distribusi, menayangkan dan mengadakan kegiatan nonton bareng, serta kegiatan lainnya yang merupakan bentuk pelanggaran hak cipta atas tayangan Mola Tv," kata Uba.

Di Indonesia, Mola Tv merupakan pemegang lisensi dua kompetisi yang masuk ke dalam lima liga top Eropa yaitu Liga Inggris dan Liga Jerman.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved