Breaking News:

Berita Jakarta

Wisatawan di Lima Negara Sukai DKI Jakarta, Terbanyak Korea Selatan dan Jepang

Wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke DKI Jakarta di bulan Mei 2020 paling banyak berasal dari Korea Selatan sebesar 10,14 persen.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Salah satu tempat wisata di DKI Jakarta, yakni kawasan wisata Kota Tua 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Buyung Airlangga mengatakan jika jumlah kunjungan wisata mancanegara DKI Jakarta sebanyak 414 kunjungan.

Data ini berdasarkan laporan BPS terhitung bulan Mei 2020. Dari 414 kunjungan itu merupakan beberapa warga negara seperti Korea Selatan, Jepang, Inggris, Malaysia dan Singapura.

"Kunjungan dari Bandara Soekarno Hatta 395 dan 19 orang melalui Bandara Halim Perdana Kusuma," kata Buyung dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Dikatakan Buyung, wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke DKI Jakarta di bulan Mei 2020 paling banyak berasal dari Korea Selatan sebesar 10,14 persen, Jepang 9,9 persen, Inggris 3,14 persen, Malaysia 2,66 persen dan Singapura 2,66 persen.

"Itu lima negara yang mengunjungi DKI Jakarta relatif besar di bulan Mei 2020. Tapi dibandingkan dengan bulan April mengalami penurunan 2,36 persen," katanya.

Menurut Buyung, berdasarkan data statistik BPS kunjungan mancanegara tahun ke tahun di bulan Mei 2019 berada di angka 156,796 kunjungan, dibandingkan tahun 2020 dibulan Mei hanya 414 orang. Sehingga turun sebesar 99,74 persen.

Dari bulan Januari 2020 jumlah wisatawan yang masuk melalui soekarno hatta dan halim sebesar 173 ribu orang, sedangkan Februari sebesar 131 ribu orang, lalu di bulan Maret 2020 turun menjadi 52 ribu orang, dan April-Mei hanya ada 414 orang.

"Jadi ada penurunan yang luar biasa dan drastis ya," katanya.

Sedangkan untuk tingkat hunian kamar hotel berbintang pada bulan Mei 2020 mencapai 24,32 persen, jika dibandingkan pada Bulan April 2020 ada kenaikan 4,48 persen.

"Di bulan April tingkat hunian kamar hotel berbintang itu ada di angka 19,84 persen. Tapi kalo di bandingkan pada bulan Mei 2019 maka tingkat hunian turun menjadi 30 persen," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved