Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Tingkat Penularan Covid-19 di Kota Bogor Terendah Se Bodebek Yakni 0,33, Depok Tertinggi 1,17

Angka reproduksi efektif (Rt) atau tingkat penularan Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan hasil cukup baik dengan nilai 0,33.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ilustrasi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan pengecekan kesiapan pembukaan Mal BTM, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor, Selasa (9/6/2020), Pengecekena dilakukan dari mulai awal masuk Mal BTM, hingga ke dalam area mal dan lokasi lokasi yang beresiko terjadi penumpukan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Angka reproduksi efektif (Rt) atau tingkat penularan Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan hasil cukup baik dengan nilai 0,33.

Nilai tersebut menjadikan Kota Bogor satu-satunya wilayah di Bodebek yang memiliki angka paling rendah terhadap penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, angka reproduksi efektif Covid di Kota Depok sebesar 1,17; Kota Bekasi 0,71; Kabupaten Bogor 0,66; dan Kabupaten Bekasi 0,57.

Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Teras Ruko Jalan Kapten Muslihat Bogor, Diduga Tunawisma

Resepsi Pernikahan di Jabar Kembali Diizinkan Kecuali Bogor, Depok, Bekasi, Namun Tanpa Prasmanan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, atas nilai tersebut, Pemprov Jabar mengizinkan Kota Bogor untuk mulai menerapkan pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau fase menuju tatanan kenormalan baru.

Bima Arya menuturkan, Pemkot Bogor akan mulai menerapkan pra-adaptasi kebiasaan baru selama 14 hari ke depan terhitung mulai Jumat (3/7/2020), seiring habisnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Proposional hari ini.

"Angka reproduksi efektif atau angka penularan di Bodebek paling rendah adalah di Kota Bogor dengan 0,33. Itu kita syukuri karena kerja keras kita ada hasilnya," ungkap Bima, Kamis (2/7/2020).

Adam Alis Setuju Liga 1 Tanpa Penonton Jika Khawatir Penyebaran Covid-19 Makin Parah

Bima Arya menambahkan, angka reproduksi efektif merupakan salah satu indikator yang dinilai dalam menentukan tingkat level kewaspadaan Covid-19.

Selain itu, indikator lain yang dinilai adalah laju orang dalam pemantauan (ODP), laju pasien dalam pengawasan (PDP), laju perkembangan pasien positif, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian (case fatality rate), laju transmisi (contact index), serta resiko geografis.

Aksi Curanmor di Kebon Jeruk Terekam CCTV, Curi Motor di Tengah Keramaian

“Meski trend penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cenderung melandai tapi situasi belum aman sepenuhnya. Kita minta semua pihak untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan," tutur Bima.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengizinkan Kota Bogor untuk memulai pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau fase menuju tatanan kenormalan baru.

Bima menjelaskan, dalam masa pra AKB, pemerintah daerah telah menyiapkan kelonggaran kebijakan dengan membuka kembali sektor yang selama ini dilarang beroperasi saat pandemi.

Zaskia Gotik tak Menyangka Bisa Cepat Hamil

Ia menyebut, salah satu kebijakan tersebut adalah aturan terhadap ojek online yang diperbolehkan kembali untuk mengangkut penumpang.

Selain itu, bisnis wedding dan objek wisata juga akan menjadi tahapan berikutnya untuk yang bakal segera dibuka kembali.

"Beberapa hari ke depan kita akan koordinasikan secara teknis seperti apa. Misalnya, mengizinkan ojol untuk beroperasi mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan, dan lain-lain," imbuh dia.

 Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kota Bogor Catat Angka Penularan Covid-19 Terendah se-Bodebek, Tertinggi Kota Depok, 

Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved