Breaking News:

PSBB Jakarta

PSI William Aditya Sarana Minta Aturan PSBB Transisi Jakarta Dipertegas, Ini Alasannya

William Aditya Sarana angkat bicara soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi DKI Jakarta.

Ricky Martin Wijaya
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI William Aditya Sarana 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana angkat bicara soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi DKI Jakarta.

Dikatakan William Aditya Sarana, PSBB transisi Jakarta periode sebelumnya dinilai gagal tekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tetapi William Aditya Sarana nilai lumrah jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi DKI hingga 14 hari ke depan.

Sebab, kasus rata-rata Covid-19 di Jakarta masih tinggi, mencapai 165 kasus per hari.

William Aditya Sarana si Pengunggah Lem Aibon di Medsos Langgar Kode Etik

VIDEO: PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Petugas Gelar Razia di Daan Mogot

VIDEO: Gubernur DKI Jakarta Anies Perpajang PSBB Transisi Hingga Dua Minggu Kedepan

"Positivity rate DKI masih di atas 5 persen, artinya masih banyak kasus Covid-19 yang belum terdeteksi dan potensi penularan tetap tinggi," kata William dalam keteranganya, Kamis (2/7/2020)

Tingginya angka tersebut, lanjut William turut dipengaruhi oleh minimnya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan selama masa transisi PSBB.

Aturan paling dasar seperti penggunaan masker dan jaga jarak masih belum diterapkan meski sudah peraturan dan sanksi yang mengatur

"Lemahnya penegakan aturan ini berpotensi membentuk klaster baru, lihat saja di pasar tradisional, sudah ada lebih 152 pedagang positif Covid-19 di 68 pasar," katanya.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta juga dinilai salah kaprah dengan mengadakan kegiatan CFD di 32 titik berbeda.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved