Asuransi
BNI Life Catat RBC 779,33 Persen di Mei 2020, Lampaui Batas Minimal Otoritas Jasa Keuangan
Capaian ini pun menjadi optimisme BNI Life dalam menyusun strategi di tengah volatilitas pasar.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Ichwan Chasani
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — PT BNI Life Insurance mencatatkan risk based capital (RBC) sebesar 779,33 persen pada Mei 2020.
Angka itu melampaui batas minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan minimal 120 persen.
Capaian ini pun menjadi optimisme BNI Life dalam menyusun strategi di tengah volatilitas pasar.
“Kami antisipasi dengan segera melakukan beberapa strategi dalam menghadapi kondisi pasar yang belum stabil, antara lain dengan melakukan monitoring atas pergerakan portofolio secara berkala, mengurangi portfolio yang memiliki volatilitas yang tinggi,” ungkap Direktur Keuangan BNI Life, Eben Eser Nainggolan, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).
Lebih lanjut dikatakan, BNI Life juga menambahkan portfolio di fix income (obligasi negara) dengan selektif dan menambah kas agar BNI Life memiliki portofolio yang sehat dan menjaga likuiditas.
• Lengan Pemuda di Jakarta Selatan Ini Mendapatkan 38 Jahitan, Diduga Dilukai Orang Tak Dikenal
IHSG anjlok
Sepanjang kuartal I 2020 indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 28 persen yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Sehingga banyak investor pasar modal mulai menarik dananya dan tengah menanti dampak pandemi ini terhadap perekonomian global.
Di samping saham yang anjlok, pada bulan maret 2020 terjadi koreksi yang dalam pada harga mark to market obligasi. Sehingga mempengaruhi kinerja produk asuransi unit link pada industri asuransi lainnya yang memiliki produk unitlink.
Berdasarkan data AAJI pada kuartal I 2020 industri asuransi jiwa membukukan hasil investasi turun hingga 450,8 persen atau sebesar Rp 47,05 triliun, termasuk BNI Life negatif 6,09 persen (Unrealise) yang penurunannya lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata industri.
• Israel Berencana Caplok Wilayah Tepi Barat Palestina, Begini Sikap Australia
Strategi
Menurut Eben, dengan kondisi pasar yang belum stabil dan pandemi yang belum usai, BNI Life berharap dengan kekuatan tenaga pemasar yang tersebar di seluruh cabang BNI dan agency di seluruh Indonesia dapat menopang bisnis BNI Life dengan strategi-strategi BNI Life, diantaranya melakukan monitoring tenaga pemasar dengan menggunakan media teleconference.
Selain itu dilakukan shifting dan social distancing untuk telemarketer dan fokus melakukan penjualan di daerah yang masih zona hijau, dengan penjualan produk tradisional.
BNI Life memiliki program spesial yang disebut "BNI Life Peduli Corona" untuk nasabah yang membeli produk BNI Life Plan Multi Protection dengan uang pertanggungan Rp 1 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/direktur-utama-bni-life-shadiq-akasya_ulang-tahun-bni.jpg)