Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

PSBB Berakhir Kamis (2/7/2020), Wali Kota Bekasi Siapkan Alat Rapid Test

Pepen sapaan akrbanya menjelaskan sejumlah persiapan mulai tetap menyiapkan alat tes corona berupa rapid test maupun tes swab PCR.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI  -- Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyiapkan sejumlah langkah dalam antisipasi peningkatkan kembali kasus Covid-19 setelah berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Diketahui PSBB Kota Bekasi akan berakhir pada Kamis, 2 Juli 2020.

Pepen sapaan akrbanya menjelaskan sejumlah persiapan mulai tetap menyiapkan alat tes corona berupa rapid test maupun tes swab PCR.

"Kalau PSBB-nya kan tentunya sudah tidak, kan besok habis. Tapi adaptasinya kan masih ada tahapan kalau di DKI namanya PSBB transisi," kata Rahmat kepada Wartakotalive.com di Stadion Patriot Candrabhaga, pada Rabu (1/7/2020).

Baim Wong Akui Berikan Hadiah Giveaway Dari Uang Sponsor

Turut Berpartisipasi Perangi Covid-19 selama Pandemi, JNE Raih Dua Penghargaan

Pepen menyebut dalam tahapan adaptasi ini masyarakat tetap menjalankan standar protokoler kesehatan, utamanya menggunakan masker.

Kemudian persiapan lainnya ialah Pemkot Bekasi mempersiapkan alat tes corona.

"Jadi daerah harus siap, siap rapid, siap PCR kit, jadi kalau ada diketemukan bisa langsung cepat di tracking," imbuh dia.

Pepen mengungkapkan saat ini stok kit rapid test ada sekitar 4.000 dan PCR sebanyak 2.000.

"Kita kan jalan terus nih, enggak berhenti-berhenti, setiap hari ada. Hari ini kita ketemukan, lima enam hari dia negatif pulang dirawat dipantau puskesmas," jelas dia.

Gandeng Alfamart, Pemkot Jaksel Luncurkan Gerakan Penggunaan Kantong Ramah Lingkungan di Mini Market

Hari Bhayangkara 1 Juii 2020, Yuk Mengenal Tugas Pasukan Bhayangkara di Era Kerajaan Majapahit

Pepen menambahkan kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi fluktuatif atau naik turun. Akan tetap angkanya dikisaran 10-20 kasus positif.

Proses penyembuhannya juga sudah lebih baik, yang biasanya dirawat mulai 14-25 hari, saat ini hanya 6-12 hari saja.

Maka itu masyarakat Kota Bekasi tidak perlu khawatir.

"Angka penularan juga sudah dibawah satu, kasus kita fluktuatif nanti ada lagi naik terus turun. Tapi tidak lebih dari 15 atau 20, turun ke 10 naik turun terus aja gitu," tandasnya. 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved