Breaking News:

Kolom Trias Kuncahyono

Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, Membunuh Asa Bangsa Palestina

Israel ibarat pencuri yang berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan pemilik rumah. Itulah yang dilakukannya saat ini.

Editor: Hertanto Soebijoto
Antaranews.com
Dokomentasi -- Seorang anak Palestina dengan busana tradisional mengibarkan bendera Palestina di Ramallah, Tepi Barat, Palestina. (REUTERS/Marko Djurica) 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tidak menyepakati berdirinya negara Palestina, sudah lama berpendapat bahwa aneksasi, pencaplokan atas sebagian wilayah pendudukan di Tepi Barat sebagai strategi untuk melindungi kontrol Israel atas wilayah itu.

Karena itu, dalam kampanye lalu, ia berjanji akan memperluas wilayah Israel ke luar batas yang ada saat ini. 

Hanya, sekurang-kurangnya, AS yang mendukung langkah Netanyahu tersebut.

Meskipun pernyataan resmi belum keluar. Akan tetapi, paling tidak Dubes AS untuk Israel David Friedman menyatakan, AS siap mengakui aneksasi atas wilayah pendudukan di Tepi Barat (Middle East Monitor, 8/5/2020).

Langkah Israel tersebut tak jauh berbeda dengan konsep perdamaian yang disodorkan Presiden Donald Trump yang disebut “Peace to Prosperity”  juga disebut sebagai “Deal of the Century” yang antara lain menggariskan Israel akan mendapat 30 persen dari wilayah Tepi Barat yang sekarang diduduki.

TEGUR Keras, Presiden Jokowi Peringatkan Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa saat Pandemi

Meskipun Israel harus melepas sebagian kecil wilayah Negev dekat perbatasan Mesir-Gaza.

Negara-negara lain, termasuk Indonesia, sangat keras menentang rencana Israel tersebut. Bahkan juga PBB.

Sebanyak 1.080 anggota parlemen  dari 25 negara Eropa menentang rencana Israel tersebut.

Dalam surat penentangannya yang ditandatangani tanggal 23 Juni 2020 lalu, mereka menyatakan sangat prihatin terhadap rencana perdamaian Israel-Palestina yang diajukan Trump. Aneksasi tersebut melanggar hukum internasional.

Negara-negara Arab, sangat jelas sikapnya. Mereka menyatakan aneksasi tersebut akan memicu pecahnya perang baru.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved