Pilkada Tangsel

Kepala Kemenag Tangerang Selatan Dipanggil Bawaslu Kota Tangsel Terkait Dugaan Pelanggaran ASN

Ahmad Jazuli mengatakan, pihak yang dipanggil yakni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rozak.

Dok Wartakotalive.com
Ilustrasi ASN Tangerang Selatan sedang bersalam-salaman seusai apel hari pertama pasca-Lebaran di Lapangan Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (10/6/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Badan Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan (Bawaslu Kota Tangsel) masih mendalami kasus pesan berantai permintaan data pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Data yang diminta yakni data ASN di  Pemerintah Kota Tangsel.

Bawaslu Kota Tangsel menduga, ada pelanggaran netralitas ASN jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel terkait pesan berantai tersebut.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Tangsel, Ahmad Jazuli mengatakan, pihak yang dipanggil  yakni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rozak.

VIDEO: Ada Pesan Berantai ASN Tangsel Tidak Netral, Bawaslu RI Bilang Begini

Bawaslu Anggap Kasus Permintaan Data ASN Jelang Pilkada 2020 Kota Tangsel Rawan Konflik

"Dugaan menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon yang akan maju di Pilkada Kota Tangsel nanti," kata Jazuli kepada Wartakotalive.com saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2020).

Jazuli menuturkan, pihaknya telah mendapati bukti percakapan pada pesan tersebut dari pelapor saat mengajukan laporannya.

Seusai mendapat laporan tersebut, Bawaslu Kota Tangsel langsung melakukan pemanggilan kepada pihak terlapor.

"Masyarakat Kota Tangerang Selatan yang melapor pernyataan dukungan pribadi di grup Whatsapp masyarakat Tangerang Selatan. Dugaan mendukung salah satu bakal calon yang bakal maju di Pilkada Tangerang Selatan," kata Jazuli.

Bawaslu Tangsel Belum Temukan Dalang Pesan Berantai Permintaan Data ASN

Bawaslu Sebut Isi Pesan Broadcast di Tangsel Abu-abu, Pengamat Sosial Minta Para Kandidat Selow Saja

Jazuli menjelaskan, saat ini pihaknya masih mempelajari keterangan dari pelapor, saksi maupun terlapor.

Pasalnya, pihak terlapor telah datang memenuhi panggilan untuk memberikan penjelasan terkait dugaan tersebut kepada Bawaslu Kota Tangsel, Selasa (30/6/2020).

"Kalau dugaan pelanggarannya tentang dugaan netralitas ASN. Ketika misalnya terlapor itu syarat formil dan syarat materil sudah terpenuhi, ya kemudian kita register dan diundang untuk proses klarifikasi begitu."

"Apabila misalnya dari kajian diperlukan keterangan tambahan ya kita bisa memanggil saksi lagi," kata Jazuli.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved