Breaking News:

Virus Corona

Alasan Wali Kota Surabaya Risma Sujud di Kaki Seorang Dokter Simpang-siur, Ini Fakta yang Sebenarnya

Ternyata alasan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang sering disapa Risma sujud di kaki seorang dokter senior masih simpang-siur.

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Suasana saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud saat pertemuan dengan IDI Surabaya, Senin (29/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SURABAYA - Ternyata alasan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang sering disapa Risma sujud di kaki seorang dokter senior masih simpang-siur.

Ada yang menyebut Wali Kota yang banjir penghargaan itu sampai harus Risma sujud di kaki seorang dokter karena salah paham dan ada juga yang katakan karena tekanan dari luar.

Menurut laporan wartawan Surya.co.id di lapangan, kejadian Risma sujud di kaki seorang dokter itu bermula dari pertemuan Pemkot Surabaya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), terkait kasus Virus Corona atau Covid-19 di Surabaya.

Berikut fakta sebenarnya, kejadian Wali Kota Risma sujud di kaki seorang dokter, dan jawaban dokter atas tuduhan Risma tak bisa komunikasi dengan RSUD DR Soetomo.

1. Kronologi Kejadian

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020). (tribun jatim/yusron naufal putra)

Kejadian ini bermula dari adanya keluhan salah satu dokter, yang juga merupakan ketua tim Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Sudarsono, mengenai membludaknya pasien di RS karena Covid-19.

Kepada Risma, dokter tersebut menyatakan, salah satu penyebab membludaknya rumah sakit karena banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Dokter itu menuturkan masih banyak anak muda yang nongkrong, meski pasien Covid-19 terus bertambah.

"Mari kami mengajak konsolidasi dan koordinasi dengan Surabaya. Faktanya memang Surabaya banyak," kata dr Sudarsono.

"Selain itu, saya melihat di jalan jalan banyak warga dan ABG yang nongkrong di warung," ucap dia.

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved