Berita Jakarta

Wagub DKI Apresiasi Bank DKI Kembangkan E-Order Bantu UKM di Tengah Pandemi Covid-19

Platform E-Order yang dimiliki oleh Bank DKI mendapatkan apresiasi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Istimewa
Bank DKI imbau agar nasabah melakukan transaksi nontunai dengan aplikasi JakOne Mobile. Kini Bank DKI mengembangkan e-Order untuk membantu perekonomian Jakarta, khususnya di sektor UMK. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Platform E-Order yang dimiliki oleh Bank DKI mendapatkan apresiasi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Sebab, menurutnya langkah ini bisa membantu sektor usaha kecil dan menengah (UMK).

Apalagi ditengah pandemi Covid-19, sektor UMK turut terdampak sehingga banyak UKM yang terpaksa melayangkan permohonan keringanan kredit atau restrukturisasi pada berbagai bank, termasuk Bank DKI.

"Kami sangat mengapresiasi usaha yang baik dari Bank DKI untuk turut serta memperbaiki perekonomian Jakarta dengan e-order tersebut," kata Ariza sapaan akrabnya dalam keterangan, Selasa (30/6/2020).

Orang nomor dua DKI itu mengatakan, e-order yang dikembangkan oleh bank milik Pemprov DKI itu merupakan langkah baik untuk membantu perekonomian Jakarta, khususnya di sektor UMK.

 Survei: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Masuk Top Three Pemilu 2024

 TEGUR Keras, Presiden Jokowi Peringatkan Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa saat Pandemi

"Harapannya dengan keterlibatan berbagai pihak, mudah-mudahan Jakarta bisa segera pulih dari COVID-19 di segala bidang, termasuk perekonomian," katanya.

Platform e-order tersebut, merupakan sebuah marketplace yang akan menyambungkan para pelaku UKM dengan Pemerintah Provinsi.

Belanja Pemprov dinilai dapat menjadi peluang yang besar untuk pelaku UKM tersebut.

Sebelumnya, PT Bank DKI mencatatkan sebanyak 50 persen dari total debitur segmen usaha kecil, dan menengah (UKM) perseroan, yang terdampak Covid-19 telah mengajukan keringanan kredit atau restrukturisasi.

 Membaca Analisis Gestur Jokowi Ketika Marah di Hadapan Para Menteri di Istana Merdeka

Bank DKI menyebut pandemi Covid-19 yang memberikan dampak signifikan pada segmen UKM dikhawatirkan akan mengganggu kemampuan bayar debitur, sehingga akan mengakibatkan kenaikan kredit bermasalah.

Namun, dengan adanya relaksasi yang telah diberlakukan oleh pihak otoritas jasa keuangan (OJK) akan sangat sangat membantu bank sehingga peningkatan kredit bermasalah dapat lebih ditekan.

Karena itulah Bank DKI mengembangkan platform khusus bagi UKM bernama e-order, demi memfasilitasi sekitar 50 persen UKM yang mengajukan relaksasi yang ternyata tidak terhubung ke digital.

 Jokowi Marah-marah, Moeldoko Ungkap Presiden Sudah Beberapa Kali Peringatkan Menteri

Adapun berdasarkan laporan publikasi perseroan per Maret 2020, kredit yang disalurkan perseroan adalah sebesar Rp. 26,47 triliun, 3,16 persen dari total kredit tersebut disalurkan kepada debitur segmen UKM. (JOS).

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved