Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Sudah 500 Pekerja di Kota Bekasi Kena PHK Gara-gara Covid-19

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi mencatat sebanyak 500 pekerja terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) karena Covid-19.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Seorang buruh PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memposting foto dan menuai sorotan dari masyarakat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi mencatat sebanyak 500 pekerja terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) karena Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, mengatakan bahwa ada 500 pekerja yang di PHK karena Covid-19.

Sedangkan, ratusan pekerja lainnya tidak lagi bekerja karena kondisi perusahaan yang sudah tidak sehat sebelum adanya pandemi Covid-19, habis kontrak maupun indisipliner.

"Ada 1.019 tidak berhentikan kerja dari data 61 perusahaan yang lapor. Itu yang terbagi, yang karena Covid itu 500, sisanya karena faktor lain," kata Ika, di Bekasi, pada Selasa (30/6/2020).

Ika menjelaskan sejumlah perusahaan tumbang karena Covid-19 karena kondisinya sudah tidak baik sebelumnya.

Sehingga ketika terjadi Covid-19, buruknya kondisi perusahaan itu jadi terlihat.

"Kalau menurut saya sih akhirnya covid sangat berdampak karena memang sebelumnya perusahaan bermasalah, jadi ada ketidakseimbangan gali lubang tutup lubang begitu covid jadi terkuak, ya otomatis tumbang," ucapnya.

Faktor lain yang membuat perusahaan tumbang dan harus melakukan PHK pekerjanya karena sulit dalam melakukan produksi.

Sebab, bahan baku berasal dari negara lain bahkan China.

"Ya gitu aja sangat memprihatinkan, kan ada karena misalnya masalah bahan bakunya dari negara lain, ada dari China. Sehingga masuk barang kesini agak susah, berawal dari situ.

"Lalu ada beberapa juga ada yang tutup juga karena kondisi perusahaan sudah tidak sehat," beber dia.

Ika menambahkan Disnaker juga langsung mendata para pekerja yang di PHK itu.

Sehingga diharapkan ketika kondisi kembali normal dapat disalurkan untuk bekerja kembali.

"Sekarang ini kan perlahan mulai membaik, ya semoga saja ya. Bertahap, ini aja dari hampir seribu yang di rumahkan baru mulai masuk lagi bertahap," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved