Info Pemprov Jateng

Sambut Kunjungan Presiden Jokowi, Gubernur Ganjar Beberkan Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

Ganjar membeberkan tren harian pemeriksaan PCR di Jateng, hingga 29 Juni 2020 ada 2.366 spesimen. Saat ini trennya menunjukkan grafik menurun.

Editor: Ichwan Chasani
dok. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (30/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG – Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Ganjar Pranowo membeberkan penanganan Covid-19 kepada Presiden, di kantor Gradika Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (30/6/2020) pagi.

Ganjar terlebih dulu menyampaikan data kasus COVID-19 di Jateng. Data real time sampai sekarang, jumlah ODP 50.588 kasus, dalam pemantauan 3.922, dan selesai pemantauan 46.666.

Jumlah PDP 8.683 kasus, pasien dirawat masih 955, pasien sembuh 6.536, dengan pasien meninggal 1.192.

Sedangkan positif 3.996 kasus, pasien dirawat 1.818 dan pasien sembuh1.856 serta pasien meninggal 322 orang.

Gubernur Ganjar Pranowo mendampingi Presiden RI  Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (30/6/2020).
Gubernur Ganjar Pranowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (30/6/2020). (dok. Humas Pemprov Jateng)

Gubernur memperlihatkan peta epidemiologi COVID-19 di Jateng. Tampak dari peta, beberapa daerah yang sebelumnya merah, kini beranjak ke orange dan kuning.

Risiko tinggi saat ini, kata Ganjar, konsentrasi di Kota Semarang, Demak, dan Jepara.

Meski demikian pihaknya tidak bisa melepaskan dari area Semarang Raya Seperti Kota Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, dan Salatiga.

“Maka sekarang kita lagi membantu kawan-kawan bupati, wali kota yang hari ini juga hadir dalam vidcon. Mereka, pasukan di depan yang kita minta untuk mengamankan daerah masing-masing,” kata Ganjar.

Pihaknya juga tengah melakukan analisis dari pasien positif, yang mana, ada penambahan kasus yang banyak terjadi di minggu ke-26 sebanyak 922 kasus.

Hal ini terjadi karena Kota Semarang aktif melakukan pemeriksaan PCR. Dan itu sudah melebihi dari target.

Dengan klaster yang paling menonjol ada dari ASN, pegawai PLTU dan pasar tradisional.

“Ini yang sekarang langsung kita isolasi semuanya. Ada pegawai PLTU, pasar tradisional di Kota Semarang, panti lansia, dan polres yang ada di Rembang. Kami sudah koordinasi dengan Polda untuk kita lakukan satu isolasi di sana. Lalu ada nakes dan pegawai PLTU yang ada di Jepara,” bebernya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan tes kepada mereka yang berasal dari klaster Gowa, dan Temboro.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved