Pilkada Depok 2020

Petahana M. Idris Siap Maju Bareng Farabi, Sementara Eks Aktivis 98 Rama Pratama Yakin Didukung PDIP

sejauh ini semua partai politik belum secara resmi memiliki calon walkot atau wawalkotnya lantaran belum adanya surat keputusan di tingkat DPP.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota/Vinny RIzki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris menyantap nasi Briyani hasil masakan istri Ketua DPD Partai Golkar Farabi El Fouz seusai pertemuan politik di kediaman Farabi di kawasan Sukmajaya, Depok, Senin (29/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Petahana Mohammad Idris Abdul Shomad menyebut dirinya siapa dipasangkan dengan siapa saja untuk maju dalam kancah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2020.

Tak terkecuali dengan Farabi El Fouz, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok.

Idris mengaku dirinya selama ini hanya mengenal Farabi sebagai seorang profesional bertitel Dokter dan anak dari seorang tokoh ternama yakni A. Raffiq.

“Baru sebatas itu dan memang perlu pendalaman kalau dari beberapa diskusi, kalau dari segi pemahaman ini sebuah dasar untuk bisa kita lanjutkan tentang masalah hubungan komunikasi,” tuturnya seusai menggelar pertemuan dengan Partai Golkar di kediaman Farabi di kawasan Sukmajaya, Depok, Senin (29/6).

Namun begitu, pria yang kini menjabat sebagai Wali Kota Depok ini siap bila dirinya harus didampingi Farabi sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dalam Pilkada 2020 mendatang.

Di mana sejauh ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah mengeluarkan surat keputusan bahwa Farabi maju sebagai Calon Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Depok.

“Tidak menutup kemungkinan (dipasangkan) dengan siapapun, dengan siapapun disandingkan, saya siap,” paparnya.

Akan tetapi, pria kelahiran Jakarta, 25 Juli 1961 ini mengaku sejauh ini semua partai politik (parpol) belum secara resmi memiliki calon walkot atau wawalkotnya lantaran belum adanya surat keputusan di tingkat DPP.

"Ini pengalaman saya ketiga kalinya (ikut Pilkada), pasti yang terjadi pasangan itu (diumumkan) last minute (menit terakhir), selalu begitu. Bahkan pernah 1 jam sebelum pendaftaran (pasangan calon ke KPU)," tuturnya.

Optimis didukung PDIP

Sementara itu, Rama Pratama, mantan Presiden BEM UI ini tengah menjalin komunikasi ke parpol untuk meraih tiket sebagai calon wali kota Depok pada Pilkada 2020.

Mantan Aktivis 98 ini pun mengaku optimis mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan sebagai calon wali kota Depok di Pilkada mendatang.

Rama mengaku sudah mendaftarkan dirinya sebagai calon wali kota dari PDIP melalui jalur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada 20 Februari 2020.

Ketika itu, Rama mengatakan dirinya berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

"Saat ini saya sedang menunggu keputusan rekomendasi resmi untuk dijadikan calon Wali Kota Depok dari PDIP. Jadi, saya fokus dulu mendapatkan perahu untuk dapat bertarung di Pilkada Depok," kata Rama kepada Wartakotalive.com, Minggu (28/6).

Menurutnya, sampai dengan hari ini seluruh balon wali dan wakil wali kota tengah menanti keputusan pengurus pusat.

Dengan demikian, dirinya menegaskan tidak semua balon telah mengantongi izin resmi dari DPP masing-masing parpol.

"Selama belum ada surat resmi dari DPP parpol, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kan prosesnya baru dimulai di tingkat lokal dan masih ada beberapa tahapan yang mesti dilalui," paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved