Kolom Trias Kuncahyono

Pencaplokan Tepi Barat, Membunuh Asa Palestina

Israel ibarat pencuri yang berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan pemilik rumah. Itulah yang dilakukannya saat ini.

Istimewa
Ilustrasi 

Pencaplokan Tepi Barat, Membunuh Asa Palestina

Oleh Trias Kuncahyono

WARTAKOTALIVE.COM - Israel  ibarat pencuri yang berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan pemilik rumah. Itulah yang dilakukannya saat ini.

Ketika masyarakat dunia tengah fokus, memusatkan perhatiannya pada masalah pandemi global Covid-19, Israel secara pelan-pelan tetapi meyakinkan akan menganeksasi atas wilayah pendudukan Tepi Barat, per 1 Juli 2020.

Istilah aneksasi, pencaplokan wilayah mengingatkan akan masa kolonial, tetapi yang ternyata hingga kini masih terjadi.

Misalnya, Irak secara singkat mencaplok Kuwait (1990), Rusia menganeksasi Krimea (2014).

Pada tahun 1980, Israel mencaplok sebagian besar wilayah Jerusalem Timur Palestina, dan setahun kemudian menganeksasi Dataran Tinggi Golan yang sudah diduduki sejak akhir Perang 1967, dari Suriah.

Pendek kata, aneksasi adalah terjadi ketika suatu negara menyatakan bahwa sebidang tanah di luar perbatasannya adalah bagian dari negara tersebut.

Seringkali ini dilakukan setelah pendudukan militer dan apakah orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut menginginkannya atau tidak, tak menjadi masalah.

Hukum internasional cukup jelas tentang aneksasi: itu ilegal.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved