Breaking News:

PPDB

Orangtua Murid Ngaku Diminta Bayar Rp 1,2 Juta buat Seragam, Kepala Sekolah: Tidak Benar Itu!

“Saya sudah instruksikan, seragam untuk siswa yang belum punya tidak usah pakai seragam dulu,” ujar Masyati

Warta Kota/Andika Panduwinata
Orang tua mendatangi SMPN 15 Kota Tangerang untuk mempertanyakan mengapa anaknya tidak lolos seleksi PPDB online Kota Tangerang, Selasa (30/6/2020). 

“Kami dipaksa setor uang sama pihak sekolah,” ujar Su, orangtua murid lainnya. “Disuruh bayar buat uang seragam,” tambahnya.

Tak ayal, kedua orangtua ini uring-uringan lantaran harus mengeluarkan uang di saat kondisi sulit wabah pandemi seperti ini.

“Bayar seragam Rp 950 ribu, itu uang seragam enggak termasuk pramuka. Jadi totalnya sama pramuka Rp 1,2 juta,” kata Uc. Jika tidak membayar, ujar dia lagi, maka jatah kursi anaknya akan diganti dengan orang lain.

Emosi

Sementara di SMPN 15 Kota Tangerang, sejumlah orangtua emosi karena anak mereka tidak diterima di sekolah itu.

“Kami bingung kenapa anak-anak enggak diterima. Padahal kami tinggal di sekitaran sekolah,” ujar Ilman satu dari orang tua murid saat dijumpai Wartakotalive.com di SMPN 15 Kota Tangerang, Jalan Galeong RW 07 Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Selasa (30/6/2020).

“Kami tinggal di RW 08, sedangkan sekolah ini berada di RW 07. Tapi kok tidak diterima,” tuturnya lagi.

Ilman tidak sendiri tapi bersama sejumlah orangtua murid mendatangi SMPN 15.

“Menurut aturan zonasi, RW 04 yang didahulukan. Setelah itu RW-RW lainnya dan dilihat juga anak-anaknya,” ucap Iwan Kurniawan, pegawai SMP 15 Kota Tange­rang.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved