Berita Daerah

Istri Gugat Cerai Suami di Masa Pandemi Covid-19 Marak di Cianjur

Data di Pengadilan Agama Cianjur mencatat, jumlah kasus perceraian yang masuk dan ditangani sepanjang Juni sebanyak 788 perkara. Mei ada 99 perkara.

Istimewa
ILUSTRASI Sidang Perceraian 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - janda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bertambah banyak. Sebab, angka penceraian di wilayah meningkat.

Jumlah kasus pencerian di Cianjur meningkat pada masa pandemi Covid-19.

Data di Pengadilan Agama Cianjur mencatat, jumlah kasus perceraian yang masuk dan ditangani sepanjang Juni sebanyak 788 perkara.

Sementara di bulan Mei ada 99 perkara.

Jokowi Marah-marah di Hadapan Para Menteri, Fadli Zon : Frustrasi Menghadapi Krisis Imbas Pandemi

Enam Tahun Menikah Belum Punya Momongan, Fitri Carlina Sempat Minder dengan Keluarga Besar

 Pejabat Humas PA Cianjur, Asep menyebutkan bahwa dari jumlah kasus perceraian tersebut, perkara cerai gugat cukup tinggi dibandingkan cerai talak.

“Istri yang menggugat cerai suami lebih dominan, lima kali lipat jumlahnya dari perkara yang masuk,” kata Pejabat Humas PA Cianjur Asep saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2020).

Disebutkan, secara akumulatif angka perceraian di Cianjur periode Januari-Juni 2020 mencapai 2.049 perkara.

Terdiri dari cerai talak sebanyak 346 perkara dan cerai gugat 1.703 perkara.

“Ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Namun, jumlahnya tidak begitu jauh,” ujar dia.

Rupanya dalam Proses Perceraian Kasus perceraian meningkat saat new normal Menurut Asep, melonjaknya perkara perceraian bulan ini tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved