Breaking News:

Hari Bhayangkara

IPW Sebut Hari Bhayangkara 2020 Polri Makin Mengerikan, Ini Tujuh Alasannya

"Ada tujuh fakta yang membuat IPW merasa ngeri melihat perkembangan Polri," kata Neta kepada Warta Kota, Selasa (30/6/2020).

Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menuturkan pada Hari Bhayangkara 2020 ini, pihaknya melihat organisasi Polri makin mengerikan.

"Ada tujuh fakta yang membuat IPW merasa ngeri melihat perkembangan Polri," kata Neta kepada Warta Kota, Selasa (30/6/2020).

Pertama, kata Neta, dibandingkan dengan era Orde Baru di era reformasi saat ini anggaran Polri naik 2000 persen lebih.

Anggota Polri Terjun ke sawah dukung Ketahanan Pangan
Anggota Polri Terjun ke sawah dukung Ketahanan Pangan (istimewa)

"Tapi Polri selalu merasa kekurangan anggaran. Namun, seberapa besar anggaran ideal yang dibutuhkan, tidak satu pun elite Polri yang bisa menjelaskan.

"Polri tidak tahu persis berapa sesungguhnya anggaran idealnya," papar Neta.

Kedua, kata Neta, organisasi Polri saat ini makin obesitas dan menjadi raksasa yang sulit bergerak, sehingga makin sulit melayani masyarakat.

"Jumlah Jenderal, Kombes, dan AKBP makin membeludak.

"Akibatnya, limpahan jenderal Polri mengalir kemana mana, termasuk ke wilayah sipil dan menjadi gangguan bagi karir pejabat ASN," kata Neta.

Ketiga, kata Neta, elit Polri makin doyan menambah jumlah jenderal, sehingga jenderal polisi ada dimana mana.

"Pada masa orde baru, di daerah sangat sulit menemukan jenderal polisi, kini di setiap daerah sedikitnya ada tiga atau empat jenderal polisi, mulai dari Kapolda, Wakapolda, Kepala BNN Daerah, dan Kabinda," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved