Virus Corona Jabodetabek

Dapat Surat dari Kemenkumham, Kejari Tangsel Akan Pindahkan Terpidana Anak

Terpidana bakal berpindah lokasi ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Tangerang dan Lembaga Permasyarakatan Kelas 2A Pemuda Kota Tangerang.

Dok. Kejari Kota Tangsel
Rapid test para terpidana Kejari Kota Tangsel sebelum dipindahakan ke LPAK Kota Tangerang dan LP Kelas 2A Pemuda Kota Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Kejari Kota Tangsel) melakukan  rapid test kepada puluhan orang terpidana pada Selasa, 30 Juni 2020.

Kasi Intel Kejari Kota Tangsel, M. Taufik Akbar mengatakan sebanyak 20 terpidana mengikuti rapid test dikarenakan para terpidana bakal berpindah lokasi ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Tangerang dan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas 2A Pemuda Kota Tangerang.

"Ya, jadi ini untuk terpidana yang sudah mendapatkan putusan hakim. Selain itu karena terbatasnya ruang tahanan dan banyaknya tahanan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht," ungkap Taufik saat dikonfirmasi, Tangsel, Selasa (30/6/2020).

Tio Pakusadewo Dikabarkan Sakit di Penjara, Kuasa Hukum: Dia Lanjut Usia, Rentan Tertular Covid-19

Sambut Kunjungan Presiden Jokowi, Gubernur Ganjar Beberkan Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

Taufik menjelaskan, upaya ini merupakan langkah seksama dan anjuran pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran infeksi covid-19 terkhusus bagi mereka yang berada di lingkup ruang tahanan.

Serta, sebagai upaya menindaklanjuti arahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) kepada Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham maupun memperhatikan permintaan pihak kepolisian untuk memindahkan tahanan ke Lapas atau Rutan.

"Sementara dari 20 terpidana yang menjalani rapid test, hasilnya adalah non reaktif atau negatif. Sehingga bisa dikirim ke LPKA Kota Tangerang dan Lembaga Permasyarakatan Kelas 2A Pemuda Kota Tangerang," jelasnya.

Pemain Muda Asal Papua Ungkap Pengalaman Dilatih Dua Mantan Bintang Timnas Inggris

Bawaslu RI Pastikan Pemilih yang Terpapar Covid-19 di Tangsel Dapat Salurkan Hak Suara

Adapun isi surat Kemenkuham yang menyebutkan kepada Kepala Lapas/Rutan/LPKA dapat menerima tahanan yang telah putus dan berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang sudah dieksekusi oleh Jaksa dengan ketentuan berbunyi sebagai berikut :

1. Mempertimbangkan kapasitas blok/kamar isolasi yang dimiliki oleh Lapas/Rutan/LPKA.

2. Tahanan yang diterima harus sudah dilakukan Tes Rapid dengan hasil Non Reaktif oleh Jaksa (hasil Rapid Tes dilampirkan).

3. Melakukan skrining suhu tubuh dan pemeriksaan kesehalan awal dan berkala.

4. Memberikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

5. Memberikan masker kain yang wajib dipakai.

6. Memberikan informasi tentang kewajiban melaksanakan Physical dan Social Distancing.

7. Melakukan isolasi selama 14 (empat belas) hari, bila timbul gejala COVID-19 selama masa isolasi segera berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pelaksanaan Tes PCR yang bila didapati hasil positif, segera dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 setempat.

8. Melaksanakan secara ketat 12 (dua belas) langkah pencegahan dan penanganan COVID-19. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved