Liga 1
Bek Senior Bhayangkara FC Peringatkan PSSI dan PT LIB untuk Tegas soal Protokol Kesehatan
Bek senior Bhayangkara FC, Achmad Jufriyanto, memperingatkan PSSI dan PT LIB (operator kompetisi Liga 1), untuk tidak gegabah saat melanjutkan Liga 1.
Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bek senior Bhayangkara FC, Achmad Jufriyanto, memperingatkan PSSI dan PT LIB (operator kompetisi Liga 1), untuk tidak gegabah saat melanjutkan kompetisi pada Oktober mendatang.
Pemain berusia 33 tahun itu ingin protokol kesehatan diterapkan secara ketat, guna menekan penyebaran virus corona.

“Harus benar-benar diperhatikan protokol kesehatan untuk mereka yang terlibat, seperti semua elemen tim, perangkat pertandingan, karena pandemi belum sepenuhnya selesai,” kata Jufriyanto seperti dikutip dari laman resmi Bhayangkara FC.
“Kekhawatiran pasti ada. Yang pasti, dilanjutkannya liga bisa memberikan harapan kembali bagi semuanya, utamanya para pemain,” sambung pria yang akrab disapa Jupe tersebut.
Sementara itu, selama libur kompetisi dan berlatih di rumah saja, Jupe juga kerap menghabiskan waktu bersama keluarganya dengan melakukan berbagai kegiatan bersama.
“Selain latihan, saya di rumah saja, menemani aktifitas sehari-hari dengan istri seperti masak, bikin kue, lalu juga sepedaan di sekitar rumah dengan anak-anak," ujarnya.

"Kalau ditanya makanan kesukaan, saya suka nasi uduk, garang asem, daging cabe ijo, tapi sebenarnya apa saja suka,” tuturnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer Bhayangkara FC, Kombes Pol. Sumardji masih belum memutuskan kapan memanggil para pemainnya lantaran belum jelasnya jadwal kick off Liga 1.
Seperti diketahui, untuk spesifik jadwal dan format pertandingan serta lainnya masih digodok oleh PT LIB dan PSSI.

“Kalau Bhayangkara FC belum berkumpul. Masih menunggu kepastian jadwal kick-off Liga 1 2020,” kata Sumardji.
Selain menanti jadwal, Bhayangkara FC juga menunggu kepastian kenaikkan dana subsidi.
Sumardji berharap hal tersebut bukan hanya sekadar wacana. Sebab, klub sangat bergantung pada dana subsidi untuk biaya operasional tim.

“Kalau Liga 1 mau dimulai, kesulitan kami hanya ada satu. Yakni, terkait dana sponsor," ujarnya.
"Pertandingan ini kan sebentar lagi dimulai, sehingga kami kesulitan untuk mencari sponsor,” imbuhnya.
“Jadi, kami berterima kasih kalau dari PSSI ada dana subsidi. Karena memang akan sangat sulit untuk mencari sponsor di waktu yang dekat ini,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo tersebut.